Kapolda Sumatera Selatan di Era Jokowi, Nomor 1 dan 7 Sandang Gelar Profesor
Jum'at, 22 Desember 2023 - 06:05 WIB
loading...
Kapolda Sumsel Irjen Pol A Rachmad Wibowo memimpin upacara Sertijab PJU dan Kapolres jajaran Polda Sumsel di ruang Auditorium Gedung Utama Presisi Lantai 7 Mapolda Sumsel, Palembang, Kamis (12/1/2023). FOTO/DOK.HUMAS POLRI
A
A
A
JAKARTA - Sejumlah Perwira Tinggi (Pati) Polri pernah menjabat sebagai Kapolda Sumatera Selatan di era Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dua di antaranya menyandang gelar profesor.
Kapolda adalah singkatan dari Kepala Kepolisian Daerah yang bertugas memimpin pelaksanaan tugas Polri di wilayah tingkat provinsi dan bertanggung jawab langsung kepada Kapolri. Mereka yang mengemban jabatan tersebut adalah jenderal polisi bintang dua atau berpangkat Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol).
Polda Sumatera Selatan (Sumsel) termasuk Polda Tipe A. Dulu sebelum 2001, Polda Sumsel dikepalai oleh jenderal polisi bintang satu atau Brigadir Jenderal (Brigjen). Namun setelah itu Kapolda Sumsel berpangkat Irjen Pol.
Baca juga: Daftar Nama Kapolda di Indonesia Per Desember 2023, Termuda Kelahiran 1975 Bertugas di Papua Barat
![Kapolda Sumatera Selatan di Era Jokowi, Nomor 1 dan 7 Sandang Gelar Profesor]()
FOTO/IST
Kapolda Sumsel pertama di awal Presiden Jokowi berkuasa adalah Irjen Pol Iza Fadri. Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1985 itu menempati jabatan Kapolda Sumsel sejak 9 Oktober 2014 hingga 31 Desember 2015.
Iza Fadri memiliki karier cukup cemerlang di Kepolisian. Beberapa jabatan strategis yang pernah ia emban adalah Kapolsek Cidadap Bandung Tengah (1989), Wakapolres Metro Jakarta Pusat (2003), Kapolresta Bukittinggi (2004), Kapolres Metro Tangerang (2006), dan Kapolres Metro Jakarta Barat (2007).
Selanjutnya, Iza Fadri yang memiliki minat ke dunia pendidikan lalu dipercaya menjadi Gubernur/Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK-PTIK) pada 2012. Dua tahun kemudian polisi yang berpengalaman di bidang hukum itu diangkat menjadi Kapolda Sumsel.
Setelah itu, Iza Fadri dimutasi menjadi Staf Ahli Bidang Sospol Kapolri, Koordinator Staf Ahli Kapolri, Anjak Utama Divhubinter Polri, dan Pati Divhubinter Polri dalam rangka penugasan sebagai Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Republik Uni Myanmar. Saat ini Guru Besar Hukum Pidana STIK-PTIK itu telah pensiun dari dunia kepolisian. Pangkat terakhirnya Komjen Pol.
Iza Fadri merupakan polisi yang senang dengan ilmu pengetahuan. Hal itu ditunjukkan dengan gelar yang disandang. Ia menyelesaikan pendidikan S1 di Fakultas Hukum Universitas Islam Nusantara Bandung, kemudian meraih gelar master dan doktor hukum dari Universitas Indonesia.
Tak hanya itu, Iza Fadri meraih gelar Profesor setelah dikukuhkan sebagai Guru Besar Hukum Pidana Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK-PTIK) pada 29 Mei 2013. Pengukuhan itu berdasarkan keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nomor 31862/A 4.3/KP/2013 tertanggal 11 Maret 2013.
![Kapolda Sumatera Selatan di Era Jokowi, Nomor 1 dan 7 Sandang Gelar Profesor]()
FOTO/POLDA SUMSEL
Kapolda Sumsel kedua di era Jokowi adalah Irjen Pol (Purn) Djoko Prastowo. Abituren Akpol 1982 itu menjabat sebagai Kapolda Sumsel sejak 31 Desember 2015–12 Desember 2016.
Dalam riwayat kariernya, Djoko Prastowo pernah menduduki sejumlah jabatan di Polri. Antara lain Kadep Kum Dit Akademik Akpol Lemdiklat Polri, Kabag Infopers SSDM Polri, Pati Yanma Polri (penugasan sebagai Dirprodik Debid Dkpam TK Nasional Lemhannas, dan Pati SSDM Polri (penugasan Tenaga Ahli Pengajian Bidang Hukum dan HAM).
Selanjutnya, Djoko dimutasi menjadi Widyaiswara Utama Sespim Polri Lemdikpol, Wakabaintelkam Polri, Kapolda Sumsel, Analisis Kebijakan Utama Bidang Sosek Sahli Kapolri, dan Pati Yanma Polri. Djoko saat ini telah pensiun dari kepolisian. Pangkat terakhirnya Irjen Pol.
![Kapolda Sumatera Selatan di Era Jokowi, Nomor 1 dan 7 Sandang Gelar Profesor]()
Foto/SINDOnews/Agus Warsudi
Selanjutnya ada Irjen Pol Agung Budi Maryoto dalam deretan Kapolda Sumsel di era Jokowi. Lulusan Akpol 1987 itu menjabat Kapolda Sumsel periode 12 Desember 2016-25 Agustus 2017.
Agung Budi Maryoto yang berpengalaman di bidang lalu lintas pernah mengemban sejumlah jabatan strategis di kepolisian. Polisi kelahiran Cilacap, 19 Februari 1965 itu mengawali karier sebagai Pama Polda Riau, kemudian dimutasi ke Polres Kepulauan Riau, Kapolsek Bunguran Timur Natuna, dan Kasubbag Gakkum Dirlantas Polda Riau.
Agung dipercaya pertama kalai menjadi memimpin terori kabupaten/kota sebagai Kapolres Bengkalis (2005). Kemudian Kapolres Dumai (2006) dan Kapoltabes Yogyakarta (2007).
Kapolda adalah singkatan dari Kepala Kepolisian Daerah yang bertugas memimpin pelaksanaan tugas Polri di wilayah tingkat provinsi dan bertanggung jawab langsung kepada Kapolri. Mereka yang mengemban jabatan tersebut adalah jenderal polisi bintang dua atau berpangkat Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol).
Polda Sumatera Selatan (Sumsel) termasuk Polda Tipe A. Dulu sebelum 2001, Polda Sumsel dikepalai oleh jenderal polisi bintang satu atau Brigadir Jenderal (Brigjen). Namun setelah itu Kapolda Sumsel berpangkat Irjen Pol.
Baca juga: Daftar Nama Kapolda di Indonesia Per Desember 2023, Termuda Kelahiran 1975 Bertugas di Papua Barat
Berikut ini daftar Kapolda Sumatera Selatan di era Jokowi:
1. Irjen Pol Prof Dr Iza Fadri, SIK, SH, MH

FOTO/IST
Kapolda Sumsel pertama di awal Presiden Jokowi berkuasa adalah Irjen Pol Iza Fadri. Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1985 itu menempati jabatan Kapolda Sumsel sejak 9 Oktober 2014 hingga 31 Desember 2015.
Iza Fadri memiliki karier cukup cemerlang di Kepolisian. Beberapa jabatan strategis yang pernah ia emban adalah Kapolsek Cidadap Bandung Tengah (1989), Wakapolres Metro Jakarta Pusat (2003), Kapolresta Bukittinggi (2004), Kapolres Metro Tangerang (2006), dan Kapolres Metro Jakarta Barat (2007).
Selanjutnya, Iza Fadri yang memiliki minat ke dunia pendidikan lalu dipercaya menjadi Gubernur/Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK-PTIK) pada 2012. Dua tahun kemudian polisi yang berpengalaman di bidang hukum itu diangkat menjadi Kapolda Sumsel.
Setelah itu, Iza Fadri dimutasi menjadi Staf Ahli Bidang Sospol Kapolri, Koordinator Staf Ahli Kapolri, Anjak Utama Divhubinter Polri, dan Pati Divhubinter Polri dalam rangka penugasan sebagai Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Republik Uni Myanmar. Saat ini Guru Besar Hukum Pidana STIK-PTIK itu telah pensiun dari dunia kepolisian. Pangkat terakhirnya Komjen Pol.
Iza Fadri merupakan polisi yang senang dengan ilmu pengetahuan. Hal itu ditunjukkan dengan gelar yang disandang. Ia menyelesaikan pendidikan S1 di Fakultas Hukum Universitas Islam Nusantara Bandung, kemudian meraih gelar master dan doktor hukum dari Universitas Indonesia.
Tak hanya itu, Iza Fadri meraih gelar Profesor setelah dikukuhkan sebagai Guru Besar Hukum Pidana Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK-PTIK) pada 29 Mei 2013. Pengukuhan itu berdasarkan keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nomor 31862/A 4.3/KP/2013 tertanggal 11 Maret 2013.
2. Irjen Pol Drs Djoko Prastowo, SH, MH

FOTO/POLDA SUMSEL
Kapolda Sumsel kedua di era Jokowi adalah Irjen Pol (Purn) Djoko Prastowo. Abituren Akpol 1982 itu menjabat sebagai Kapolda Sumsel sejak 31 Desember 2015–12 Desember 2016.
Dalam riwayat kariernya, Djoko Prastowo pernah menduduki sejumlah jabatan di Polri. Antara lain Kadep Kum Dit Akademik Akpol Lemdiklat Polri, Kabag Infopers SSDM Polri, Pati Yanma Polri (penugasan sebagai Dirprodik Debid Dkpam TK Nasional Lemhannas, dan Pati SSDM Polri (penugasan Tenaga Ahli Pengajian Bidang Hukum dan HAM).
Selanjutnya, Djoko dimutasi menjadi Widyaiswara Utama Sespim Polri Lemdikpol, Wakabaintelkam Polri, Kapolda Sumsel, Analisis Kebijakan Utama Bidang Sosek Sahli Kapolri, dan Pati Yanma Polri. Djoko saat ini telah pensiun dari kepolisian. Pangkat terakhirnya Irjen Pol.
3. Irjen Pol Drs Agung Budi Maryoto, MSi

Foto/SINDOnews/Agus Warsudi
Selanjutnya ada Irjen Pol Agung Budi Maryoto dalam deretan Kapolda Sumsel di era Jokowi. Lulusan Akpol 1987 itu menjabat Kapolda Sumsel periode 12 Desember 2016-25 Agustus 2017.
Agung Budi Maryoto yang berpengalaman di bidang lalu lintas pernah mengemban sejumlah jabatan strategis di kepolisian. Polisi kelahiran Cilacap, 19 Februari 1965 itu mengawali karier sebagai Pama Polda Riau, kemudian dimutasi ke Polres Kepulauan Riau, Kapolsek Bunguran Timur Natuna, dan Kasubbag Gakkum Dirlantas Polda Riau.
Agung dipercaya pertama kalai menjadi memimpin terori kabupaten/kota sebagai Kapolres Bengkalis (2005). Kemudian Kapolres Dumai (2006) dan Kapoltabes Yogyakarta (2007).
Lihat Juga :