Tapak Tilas ke Rumah Pengasingan Bung Karno, Ganjar: Di Sini 5 Sila Pancasila Lahir
Sabtu, 02 Desember 2023 - 15:54 WIB
loading...
Capres Ganjar Pranowo mengunjungi rumah pengasingan Bung Karno di Kabupaten Ende, NTT. Foto/MPI/danandya arya putra
A
A
A
ENDE - Calon Presiden (Capres) yang didukung Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Ganjar Pranowo selalu menyempatkan diri mengunjungi rumah pengasingan Bung Karno bila berkunjung ke Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT). Dari tempat itu Ganjar selalu mengenang sosok perjuangan Soekarno untuk bangsa ini.
Ganjar menceritakan, Bung Karno sempat merenung di bawah Pohon Sukun hingga akhirnya menorehkan lima sila dalam Pancasila. Tempat itu selalu menjadi aspirasinya untuk membangun bangsa.
“Dengan segala kreativitasnya, tonil, lukis, edukasi, dan ada inspirasi luar biasa sampai akhirnya merenung di bawah pohon sukun yang menghasilkan 5 sila Pancasila. Sangat bersejarah,” kata Ganjar.
Baca juga: Romo dan Pendeta di Ende Sebut Ganjar Pranowo Tokoh Pemersatu
Ganjar sangat menghayati bagaimana Pancasila terlahir melalui perjuangan pendiri bangsa yang tidak mudah karena penuh dengan semangat nasionalisme yang tinggi. Ganjar pun meminta, masyarakat untuk menghargai perjuangan para pendiri bangsa dengan tidak korupsi dan nepotisme. Agar apa yang telah ditorehkan Bung Karno bisa diterapkan.
Ganjar menceritakan, Bung Karno sempat merenung di bawah Pohon Sukun hingga akhirnya menorehkan lima sila dalam Pancasila. Tempat itu selalu menjadi aspirasinya untuk membangun bangsa.
“Dengan segala kreativitasnya, tonil, lukis, edukasi, dan ada inspirasi luar biasa sampai akhirnya merenung di bawah pohon sukun yang menghasilkan 5 sila Pancasila. Sangat bersejarah,” kata Ganjar.
Baca juga: Romo dan Pendeta di Ende Sebut Ganjar Pranowo Tokoh Pemersatu
Ganjar sangat menghayati bagaimana Pancasila terlahir melalui perjuangan pendiri bangsa yang tidak mudah karena penuh dengan semangat nasionalisme yang tinggi. Ganjar pun meminta, masyarakat untuk menghargai perjuangan para pendiri bangsa dengan tidak korupsi dan nepotisme. Agar apa yang telah ditorehkan Bung Karno bisa diterapkan.
Lihat Juga :