Izinkan 500 TKA China, Pemerintah Dinilai Tak Serius Atasi Corona

Kamis, 30 April 2020 - 15:34 WIB
loading...
Izinkan 500 TKA China,...
Pemerintah Indonesia yang memberi izin masuk kepada 500 TKA asal China terus menuai kritikan. Kali ini dari Anggota Komisi IX DPR, Kurniasih Mufidayati. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Kebijakan Pemerintah Indonesia yang memberi izin masuk kepada 500 tenaga kerja asing (TKA) asal China terus menuai kritikan. Kali ini, kritikan dari Anggota Komisi IX DPR, Kurniasih Mufidayati.

Adapun 500 TKA itu akan datang untuk bekerja di Perusahaan PT Virtue Dragon Nickel Industry Kabupaten Konawe. Kurniasih menilai kebijakan itu bukti pemerintah tidak sungguh-sungguh mengatasi Pandemi Covid-19 atau virus Corona.

"Bukti ketidaksungguhan pemerintah mengatasi Pandemi Covid-19. Orang mudik dilarang, artinya orang masuk ke kota lain aja dilarang, padahal sama-sama WNI. Mengapa orang asing atau WNA boleh masuk ke Indonesia? Ironis sekali," ujar Kurniasih Mufidayati kepada SINDOnews, Kamis (30/4/2020).

(Baca juga: ASN Dilarang Ajukan Cuti di Masa Corona, Kecuali Tiga Alasan Ini)

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mengatakan, Komisi IX DPR RI sudah bolak balik teriak larangan TKA atau warga negara asing (WNA) masuk Indonesia. Tujuannya, kata dia, untuk menyelamatkan 270 juta warga negara Indonesia (WNI) dari potensi penularan Covid-19.

"Imported cases akan terbuka terus kalau Indonesia masih menerima TKA dan WNA masuk Indonesia. Apakah belum cukup 700 lebih nyawa WNI sudah menjadi korban? Bahkan banyak tenaga kesehatan yang juga sudah menjadi pahlawan," pungkas legislator asal daerah pemilihan DKI Jakarta II ini.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
Hadapi Dominasi China...
Hadapi Dominasi China Dalam Ranah Digital, Indonesia Diimbau Waspadai Risiko Ketergantungan
Thucydides Trap: Antinomi...
Thucydides Trap: Antinomi China dan Amerika
Pakar Hubungan Internasional:...
Pakar Hubungan Internasional: China Punya Kepentingan Redam Konflik AS-Iran
Antara “One China...
Antara One China Policy dan Dua Realitas Politik
Buka KJRI di Chengdu,...
Buka KJRI di Chengdu, Ini Pertimbangan Pemerintah
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Pesona China yang Berbeda:...
Pesona China yang Berbeda: Eksplor Keunikan Infrastruktur Chongqing dan Alam Zhangjiajie
Rekomendasi
Lagi-lagi Akio Toyoda...
Lagi-lagi Akio Toyoda Serang Mobil Listrik, Kali Ini Berikut Penyebabnya
AS Habisi Bos Geng Tren...
AS Habisi Bos Geng Tren de Aragua, Markasnya di Venezuela Dibom hingga Berkeping-keping
Satgas Yonarhanud 1...
Satgas Yonarhanud 1 Kostrad Gagalkan Penyelundupan Sabu 21 Kg di Perbatasan RI-Malaysia
Berita Terkini
Kemenhaj: 76.829 Jemaah...
Kemenhaj: 76.829 Jemaah Haji dari 195 Kloter Telah Tiba di Indonesia
Prabowo Bakal Hadiri...
Prabowo Bakal Hadiri KTT ASEAN-Rusia di Kazan 17 Juni, Ini Kata Wamenlu
Kasus Muara Enim, Eks...
Kasus Muara Enim, Eks Penyidik KPK: WTP Penting Bagi Pemda, Malah Jadi Ajang Negosiasi
Peduli Lingkungan, Aliansi...
Peduli Lingkungan, Aliansi Lintas Agama-Kementerian LH Serukan Tobat Ekologis Nasional
Diseminasi Eksaminasi...
Diseminasi Eksaminasi Ungkap Dugaan Kekeliruan Penegakan Hukum dalam Kasus Eks Dirut Indofarma
Mahasiswa Soroti Pemborosan...
Mahasiswa Soroti Pemborosan APBN, Qodari: Prabowo Berhasil Hemat Rp300 Triliun
Infografis
Alasan Pemerintah Zimbabwe...
Alasan Pemerintah Zimbabwe Izinkan Warganya Membunuh Gajah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved