Ganjar-Mahfud Komit Tuntaskan Reforma Agraria, Apa Sih Gunanya?

Kamis, 23 November 2023 - 16:51 WIB
loading...
Ganjar-Mahfud Komit...
Calon Presiden (Capres) Ganjar Pranowo dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) Mahfud MD berkomitmen untuk menuntaskan reforma agraria di Indonesia. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Calon Presiden (Capres) Ganjar Pranowo dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) Mahfud MD berkomitmen untuk menuntaskan reforma agraria di Indonesia.

Dalam kutipan dari salinan dokumen Visi Misi Ganjar-Mahfud 2024-2029, pasangan Ganjar-Mahfud menyatakan pandangan bahwa berbagai konflik agraria di Indonesia menjadi salah satu faktor penyebab penurunan kohesivitas sosial.Baca juga: Survei: Ganjar Pranowo Jadi Capres yang Paling Peduli Isu Maritim

Pemenuhan komitmen untuk menyelesaikan reforma agraria menjadi bagian integral dari Visi "Menuju Indonesia Unggul, Gerak Cepat Mewujudkan Visi Negara Maritim yang Adil dan Lestari" dan Misi yang mencakup 8 Gerak Cepat.

Khususnya dalam Misi ke-4 yang mengacu pada "Mempercepat Pemerataan Pembangunan Ekonomi" melalui beberapa program aksi, termasuk di antaranya penyelesaian reforma agraria secara menyeluruh.

Dalam konteks misi Ganjar-Mahfud ini, "reforma agraria tuntas" mengacu pada pengelolaan alokasi lahan yang efisien dan adil, termasuk redistribusi dan legalisasi tanah yang terbebas dari praktik mafia tanah.

Tujuan utamanya adalah memastikan bahwa proses administrasi dan dokumentasi lahan berlangsung secara transparan, cepat, akurat, dan ekonomis.

Apa Itu Reforma Agraria?

Reforma agraria merupakan salah satu Program Prioritas Nasional yang diperkuat oleh pemerintahan untuk memajukan Indonesia secara inklusif dan meningkatkan kualitas hidup.

Jika kita merujuk pada Undang-Undang Pokok Agraria tahun 1960, terdapat tiga tujuan utama yang dikejar. Pertama, menyusun kembali struktur agraria agar menjadi lebih adil; Kedua, menyelesaikan konflik agraria; dan Ketiga, meningkatkan kesejahteraan rakyat setelah penerapan reforma agraria.

Reforma agraria pada dasarnya menyediakan program-program yang bertujuan untuk mengatasi permasalahan kemiskinan di masyarakat desa, meningkatkan kemandirian pangan nasional, memperbaiki produktivitas tanah, serta memberikan pengakuan hak atas tanah baik secara individu, kepemilikan negara, maupun tanah umum yang digunakan untuk kepentingan masyarakat.

Bentuk konkret dari reforma agraria melibatkan tiga aspek, yaitu legalisasi aset, redistribusi tanah, dan perhutanan sosial.

Profesi seperti petani dan nelayan memiliki posisi yang sangat sentral dalam penerapan reforma agraria karena mereka sangat dibutuhkan dalam rangka memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Indonesia.

Oleh karena itu, diperlukan peningkatan komoditas dalam sektor pertanian dan perikanan. Konflik agraria dan sengketa tanah menjadi sumber gesekan yang menghambat efektivitas kegiatan pertanian dan perikanan.

Minimal terdapat dua penyebab konflik agraria. Pertama, ketidaktepatan dalam hukum dan kebijakan yang mengatur masalah agraria, termasuk pandangan terhadap tanah, status kepemilikan tanah, hak-hak atas tanah, dan metode perolehan hak-hak atas tanah.

Kedua, kelambanan dan ketidakadilan dalam penyelesaian sengketa tanah, yang pada akhirnya berujung pada konflik. Sebagai dampaknya, banyak petani dan nelayan yang kehilangan pekerjaan mereka dan akhirnya menganggur.

Tingginya tingkat pengangguran ini menyebabkan peningkatan jumlah penduduk miskin, terutama di daerah terpencil seperti pedesaan, di mana mayoritas penduduknya adalah petani dan nelayan.

Baca juga: Soal Status Tersangka Firli Bahuri, Ganjar Pranowo: Pemberantasan KKN Masih Jadi PR Besar

Oleh karena itu, reforma agraria diperlukan untuk mengurangi ketidaksetaraan dalam kepemilikan dan penguasaan tanah. Reforma ini diharapkan dapat membuka peluang baru untuk perubahan dan pemerataan sosial ekonomi masyarakat secara menyeluruh.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Cak Imin Sebut 1 Juta...
Cak Imin Sebut 1 Juta Masyarakat Miskin Ekstrem Bakal Terima Tanah Milik Negara
KPU Tepis Tudingan Roy...
KPU Tepis Tudingan Roy Suryo Selundupkan Aturan Soal Ijazah untuk Loloskan Gibran
Minta Relawan Tak Terpancing...
Minta Relawan Tak Terpancing Isu Negatif, Gibran: Saya Sendiri Saja Tidak Pernah Menanggapi
Jelang Setahun Pemerintahan...
Jelang Setahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Wapres Temui Relawan Pendukung
Mendesak Badan Reforma...
Mendesak Badan Reforma Agraria
Hari Tani Nasional,...
Hari Tani Nasional, KPA Ajak Masyarakat Kawal Reforma Agraria
Puluhan Keluarga di...
Puluhan Keluarga di HSS Miliki Kepastian Hukum atas Tanahnya lewat Reforma Agraria Badan Bank Tanah
Bikin Lahan Hidup, Capaian...
Bikin Lahan Hidup, Capaian Redistribusi Tanah Tembus 195.734 Bidang untuk 39 Ribu KK
Denda Sawit dalam PP...
Denda Sawit dalam PP 45/2025 Picu Kekhawatiran, Guru Besar IPB Dorong Reforma Agraria
Rekomendasi
Aturan Baru FIFA Makan...
Aturan Baru FIFA Makan Korban Pertama: Almiron Dikartu Merah Gara-Gara Tutup Mulut
Indo Build Tech 2026,...
Indo Build Tech 2026, AMBPI Bawa Sejumlah Inovasi Baru
Kisah Nabi Daud Bertobat...
Kisah Nabi Daud Bertobat 40 Hari 40 Malam, Diampuni Allah pada 10 Muharram
Berita Terkini
Periksa Silmy Karim,...
Periksa Silmy Karim, KPK Telusuri Asal-usul Aset
Ziarah ke Makam Soekarno...
Ziarah ke Makam Soekarno di Blitar, Kapolri: Menyerap Nilai Pemimpin Bangsa
Garda Bangsa Dukung...
Garda Bangsa Dukung Penuh Program Pemerintahan Prabowo
Kantor Imigrasi Denpasar...
Kantor Imigrasi Denpasar dan 2 Lokasi Lainnya Digeledah KPK, Bukti Elektronik hingga Dokumen Disita
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditahan, Din Syamsuddin Siap Jadi Penjamin
Kuliah Umum di IPDN,...
Kuliah Umum di IPDN, Menko AHY Ajak Praja Taklukkan Tantangan Geografis Indonesia
Infografis
Adu Pendidikan Gatot...
Adu Pendidikan Gatot Nurmantyo vs Mahfud MD, Calon Menko Polkam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved