Waspada Klaim Obat COVID-19 di Pasaran, Kemenristek: Obat Bisa Jadi Racun
Kamis, 06 Agustus 2020 - 13:29 WIB
loading...
A
A
A
Ali juga menegaskan bahwa obat tidak bisa langsung diklaim bisa menyembuhkan suatu penyakit, harus ada prosedur yang jelas. “Jadi hampir setiap Fakultas Kedokteran yang besar itu pasti ada komite etik yang nanti bisa diurus di situ. Jadi tidak bisa, mohon maaf tiba-tiba gitu ya ujug-ujug, ‘wah saya sudah menemukan obat ini ya’ nah sebentar obat apa? gitu ya. Jadi ada prosedurnya,” tegasnya.
Sementara itu, Ali mengatakan bahwa COVID-19 menyerang daya tahan tubuh seseorang. Jadi kalau minum sebuah obat namun daya tahan tubuhnya lemah, maka akan berpotensi terserang COVID-19. (Baca juga: Doni Monardo: COVID-19 Ibarat Malaikat Pencabut Nyawa bagi Kelompok Rentan)
“Sekarang orang yang tidak minum obat tersebut, sembuh enggak? Jangan-jangan nggak minum juga sembuh. COVID-19 ya, kalau antibodi dia atau daya tahan tubuh dia bagus, ya nggak usah minum apa-apa asal daya tubuh bagus, ya bisa menghancurkan virusnya itu lebih bagus daya tahan tubuhnya daripada pertahanan virusnya. Virusnya juga mati,” tutup Ali.
Sementara itu, Ali mengatakan bahwa COVID-19 menyerang daya tahan tubuh seseorang. Jadi kalau minum sebuah obat namun daya tahan tubuhnya lemah, maka akan berpotensi terserang COVID-19. (Baca juga: Doni Monardo: COVID-19 Ibarat Malaikat Pencabut Nyawa bagi Kelompok Rentan)
“Sekarang orang yang tidak minum obat tersebut, sembuh enggak? Jangan-jangan nggak minum juga sembuh. COVID-19 ya, kalau antibodi dia atau daya tahan tubuh dia bagus, ya nggak usah minum apa-apa asal daya tubuh bagus, ya bisa menghancurkan virusnya itu lebih bagus daya tahan tubuhnya daripada pertahanan virusnya. Virusnya juga mati,” tutup Ali.
(kri)
Lihat Juga :