Waspada Klaim Obat COVID-19 di Pasaran, Kemenristek: Obat Bisa Jadi Racun

Kamis, 06 Agustus 2020 - 13:29 WIB
loading...
Waspada Klaim Obat COVID-19...
Ketua Konsorsium Riset dan Inovasi COVID-19 Kementerian Riset dan Teknologi/BRIN, Ali Ghufron Mukti pun mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap beredarnya obat-obat di pasaran yang diklaim bisa menyembuhkan COVID-19. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Akhir-akhir ini banyak pihak mengklaim telah menemukan obat COVID-19 . Salah satunya informasi yang disampaikan oleh Hadi Pranoto yang mengaku sebagai pakar mikrobiologi, dan memiliki gelar profesor telah menemukan obat yang spesifik bisa mengobati COVID-19.

Ketua Konsorsium Riset dan Inovasi COVID-19 Kementerian Riset dan Teknologi/BRIN, Ali Ghufron Mukti pun mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap beredarnya obat-obat di pasaran yang diklaim bisa menyembuhkan COVID-19. (Baca juga: Bertambah 12 Kasus, Total 1.276 WNI di Luar Negeri Terkonfirmasi COVID-19)

Ali mengatakan obat memiliki fungsi sebagai medikamentosa yakni bisa jadi obat, namun juga bisa menjadi racun. “Jadi sebetulnya bahwa penemuan sebuah obat ini proses panjang. Karena obat ini orang bilang medikamentosa. Medikamentosa itu artinya bisa dua yaitu obat yang juga bisa racun. Kalau dosisnya salah, itu bisa menjadi racun. Ginjal bisa rusak. Jadi keamanan, kemudian privacy itu penting,” ujarnya dalam diskusi di Media Center Satuan Tugas Penanganan COVID-19, Graha BNPB, Jakarta, Kamis (6/8/2020).

Ali menjelaskan biasanya orang yang melakukan penelitian untuk menemukan sebuah obat harus menyusun proposal dulu, dan kemudian proposal akan dinilai oleh Komite Etik di peraturan Menteri Kesehatan. “Jadi nanti ada keputusan di Menteri Kesehatan Nomor 240 Tahun 2016 tentang Komisi Etika Penelitian Kesehatan. Dan itu harus lulus di situ untuk mendapatkan ethical clearance,” jelasnya.

“Jadi tidak bisa juga bahwa apalagi melibatkan subjeknya manusia, itu manusia ini ada kerahasiaannya, ada keamanannya, ada keselamatannya ada dignitynya ini yang harus juga dilindungi, seperti itu. Dan makannya harus ada yang disebut dengan inform concern, jadi dia mau ngambil keputusan setelah kita jelaskan. Sehingga sekarang sudah lebih terstruktur,” sambung Ali.

Ali juga menegaskan bahwa obat tidak bisa langsung diklaim bisa menyembuhkan suatu penyakit, harus ada prosedur yang jelas. “Jadi hampir setiap Fakultas Kedokteran yang besar itu pasti ada komite etik yang nanti bisa diurus di situ. Jadi tidak bisa, mohon maaf tiba-tiba gitu ya ujug-ujug, ‘wah saya sudah menemukan obat ini ya’ nah sebentar obat apa? gitu ya. Jadi ada prosedurnya,” tegasnya.

Sementara itu, Ali mengatakan bahwa COVID-19 menyerang daya tahan tubuh seseorang. Jadi kalau minum sebuah obat namun daya tahan tubuhnya lemah, maka akan berpotensi terserang COVID-19. (Baca juga: Doni Monardo: COVID-19 Ibarat Malaikat Pencabut Nyawa bagi Kelompok Rentan)

“Sekarang orang yang tidak minum obat tersebut, sembuh enggak? Jangan-jangan nggak minum juga sembuh. COVID-19 ya, kalau antibodi dia atau daya tahan tubuh dia bagus, ya nggak usah minum apa-apa asal daya tubuh bagus, ya bisa menghancurkan virusnya itu lebih bagus daya tahan tubuhnya daripada pertahanan virusnya. Virusnya juga mati,” tutup Ali.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BPOM Sita Ribuan Obat...
BPOM Sita Ribuan Obat Kuat Pria Berbahaya, Pelaku Telah Beroperasi 4 Tahun
Waspadai Lagi Covid-19,...
Waspadai Lagi Covid-19, Kemenkes Imbau Tetap Prokes dan Hidup Sehat
Saran Epidemiolog Cegah...
Saran Epidemiolog Cegah Lonjakan Covid-19 saat Libur Nataru
Kasus Covid-19 Naik,...
Kasus Covid-19 Naik, Menko Muhadjir Effendy Minta Masyarakat Jangan Panik
Bupati Bengkulu Selatan...
Bupati Bengkulu Selatan Gusnan Mulyadi Dilaporkan ke KPK Terkait Dugaan Korupsi Dana Covid-19
Presiden Jokowi: Kalau...
Presiden Jokowi: Kalau Sudah Masuk Endemi, Kena Covid-19 Bayar
Aturan Baru, BPOM Siap...
Aturan Baru, BPOM Siap Tindak Tegas Penjualan Obat Ilegal di Minimarket
Eipstein Files : Covid-19,...
Eipstein Files : Covid-19, Konspirasi Tingkat Atas?
Epstein Files Singgung...
Epstein Files Singgung Bill Gates dan Simulasi Pandemi, Benarkah Covid-19 Sengaja Dibuat?
Rekomendasi
Oceanman Bali 2026 Sukses...
Oceanman Bali 2026 Sukses Hadirkan Sport Tourism Kelas Dunia
Profil Eloy Room, Kiper...
Profil Eloy Room, Kiper Moncer Timnas Curacao yang Cetak Sejarah di Piala Dunia 2026
10 Fakta Menarik Spanyol...
10 Fakta Menarik Spanyol Pecundangi Arab Saudi di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
3 Lanud Naik Jadi Tipe...
3 Lanud Naik Jadi Tipe B, Ini Daftar Kolonel TNI AU yang Dilantik sebagai Danlanud
Dokter Tifa Masih Diinfus...
Dokter Tifa Masih Diinfus dan Roy Suryo Tidak Mau Makan Obat
Refly Harun Sudah Siapkan...
Refly Harun Sudah Siapkan Surat Permohonan Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa
Refly Harun Ungkap Kondisi...
Refly Harun Ungkap Kondisi Terkini Roy Suryo dan Dokter Tifa
Prabowo Panggil Rosan...
Prabowo Panggil Rosan Roeslani ke Kertanegara Minggu Malam, Ada Apa?
MUI Tegaskan LGBT adalah...
MUI Tegaskan LGBT adalah Penyimpangan: Wajib Disembuhkan
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved