Mantan Hakim Konstitusi Bicara Bahayanya MK Kehilangan Kepercayaan: Bisa Kacau
Rabu, 01 November 2023 - 10:14 WIB
loading...
A
A
A
Sebab, kata dia, Ketua MK Anwar Usman adalah pamannya Gibran Rakabuming Raka, nama yang disebut dalam perkara dan kini jadi bakal calon wakil presiden (cawapres). Menurut Maruarar, dari kasus ini bisa dilihat tinggi rendahnya prinsip imparsial atau tidak berpihak seorang hakim.
Prinsip hakim konstitusi harus independensi, imparsial, itu harus dihayati betul. "Karena itu akar kepercayaan terhadap seorang hakim. Kalau itu sudah dilanggar, maka sudah pasti terjadi pelanggaran kode etik hakim," kata Maruarar.
Maruarar mengingatkan soal ancaman paling berat yang bisa terjadi kalau masyarakat sudah tidak percaya terhadap MK, maka hasil Pemilu 2024 tidak dipercaya. Untuk itu, pertaruhan kepercayaan publik saat ini ada di tangan Ketua Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) Jimly Asshiddiqie.
"Bayangkan bagaimana bisa menyerahkan sengketa pemilu kepada MK yang tidak dipercaya masyarakat. Jimly Asshiddiqie dikenal sebagai sosok yang menciptakan kode etik yang harus ditaati. Maka apakah itu akan dia terapkan di keputusan MKMK?" pungkasnya.
Prinsip hakim konstitusi harus independensi, imparsial, itu harus dihayati betul. "Karena itu akar kepercayaan terhadap seorang hakim. Kalau itu sudah dilanggar, maka sudah pasti terjadi pelanggaran kode etik hakim," kata Maruarar.
Maruarar mengingatkan soal ancaman paling berat yang bisa terjadi kalau masyarakat sudah tidak percaya terhadap MK, maka hasil Pemilu 2024 tidak dipercaya. Untuk itu, pertaruhan kepercayaan publik saat ini ada di tangan Ketua Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) Jimly Asshiddiqie.
"Bayangkan bagaimana bisa menyerahkan sengketa pemilu kepada MK yang tidak dipercaya masyarakat. Jimly Asshiddiqie dikenal sebagai sosok yang menciptakan kode etik yang harus ditaati. Maka apakah itu akan dia terapkan di keputusan MKMK?" pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :