Pasca-Interfaith Forum G20 di India 2023: Beberapa Refleksi
Selasa, 12 September 2023 - 12:37 WIB
loading...
A
A
A
Peserta dari Indonesia adalah akademisi Muhammadiyah Yayah Khisbiyah; Ketua Badan Wakaf Pesantren Tebuireng KH A Halim Mahfudz; Wakil Rektor Universitas Muslim Makassar Dr Muhammad Hattah Fattah; Ketua HAM Sekretariat ASEAN Yuyun Wahyuningrum, dan Direktur Eksekutif Institut Leimena Matius Ho.
Secara nyata, KTT lintas iman di kota Pune India telah menyahuti tantangan yang dihadapi anak-anak yang menghadapi kehilangan dan tantangan karena pandemi Covid-19. Juga ketidakadilan dan disrupsi yang dihubungkan dengan perubahan iklim.
Tema utama untuk memperluas harapan bagi sebuah masa depan yang lebih baik. KTT lintas iman telah membawa sebuah kelompok pimpinan agama yang secara mendalam terlibat pada perdebatan global, yang merentang dari krisis sosio-ekonomi pada agenda SDGs.
Forum telah menekankan pada langkah aksi yang nyata yang dapat diambil di dalam proses G20, menekankan pada kekuatan kerjasama antar iman yang transformatif. Melalui satu pendekatan holistik yang mempertimbangkan perspektif agama dan etika, IF G20 2023 telah mengupayakan pembentukan sebuah tatanan dunia yang lebih inklusif, damai dan sinambunguntuk semua tanpa terkecuali.
Forum dua hari ini telah menawarkan satu platform bagi semua stakeholders untuk bersama-sama membagi pengalaman dan menyediakan saran-saran yang telah diidentifikasi sepanjang tahun dalam persiapan KTT G20. Tema forum di India fokus pada topik global yang khusus mencakup masalah visi anak tahun 2020-an, aksi mobilisasi SDM untuk perlindungan dan proteksi sosial, aset, risiko, serta etika yang diberikan revolusi kecerdasan buatan kepada masyarakat, aksi pasca-Covid-19: kesiapsiagaan pandemi dan reformasi, sistem kesehatan ketahanan, agama dan budaya aksi perubahan, iklim pembenahan pendidikan di era pasca Covid-19, guna memastikan bahwa yang paling rentan tidak akan tertinggal di belakang.
Dengan demikian, KTT lintas iman G20 adalah kesempatan penting dan berharga guna mempromosikan budaya perdamaian dan pembangunan holistik secara global. Dengan mengumpulkan beragam kelompok pemangku kepentingan dan menyediakan platform untuk melakukan dialog dan kolaborasi, KTT ini dapat membantu mengatasi krisis yang saling terkait di zaman kekinian dan memetakan jalan menuju masa depan yang lebih adil, berkelanjutan, dan damai.
Tantangan utama bagi pelaksanaan rumusan IFP G20 adalah keinginan dan tindakan politik dari para pemimpin dunia untuk konsisten menjadikan rumusan IF G20 sebagai basis kebijakan di masing-masing negara G20 untuk mendukung penyelesaian masalah dunia secara bersama-sama. Tanpa itu, perhelatan IF G20 setiap tahunnya lebih sebagai seremoni tanpa substansi. Diskursus tanpa aksi nyata.
Secara nyata, KTT lintas iman di kota Pune India telah menyahuti tantangan yang dihadapi anak-anak yang menghadapi kehilangan dan tantangan karena pandemi Covid-19. Juga ketidakadilan dan disrupsi yang dihubungkan dengan perubahan iklim.
Tema utama untuk memperluas harapan bagi sebuah masa depan yang lebih baik. KTT lintas iman telah membawa sebuah kelompok pimpinan agama yang secara mendalam terlibat pada perdebatan global, yang merentang dari krisis sosio-ekonomi pada agenda SDGs.
Forum telah menekankan pada langkah aksi yang nyata yang dapat diambil di dalam proses G20, menekankan pada kekuatan kerjasama antar iman yang transformatif. Melalui satu pendekatan holistik yang mempertimbangkan perspektif agama dan etika, IF G20 2023 telah mengupayakan pembentukan sebuah tatanan dunia yang lebih inklusif, damai dan sinambunguntuk semua tanpa terkecuali.
Forum dua hari ini telah menawarkan satu platform bagi semua stakeholders untuk bersama-sama membagi pengalaman dan menyediakan saran-saran yang telah diidentifikasi sepanjang tahun dalam persiapan KTT G20. Tema forum di India fokus pada topik global yang khusus mencakup masalah visi anak tahun 2020-an, aksi mobilisasi SDM untuk perlindungan dan proteksi sosial, aset, risiko, serta etika yang diberikan revolusi kecerdasan buatan kepada masyarakat, aksi pasca-Covid-19: kesiapsiagaan pandemi dan reformasi, sistem kesehatan ketahanan, agama dan budaya aksi perubahan, iklim pembenahan pendidikan di era pasca Covid-19, guna memastikan bahwa yang paling rentan tidak akan tertinggal di belakang.
Dengan demikian, KTT lintas iman G20 adalah kesempatan penting dan berharga guna mempromosikan budaya perdamaian dan pembangunan holistik secara global. Dengan mengumpulkan beragam kelompok pemangku kepentingan dan menyediakan platform untuk melakukan dialog dan kolaborasi, KTT ini dapat membantu mengatasi krisis yang saling terkait di zaman kekinian dan memetakan jalan menuju masa depan yang lebih adil, berkelanjutan, dan damai.
Tantangan utama bagi pelaksanaan rumusan IFP G20 adalah keinginan dan tindakan politik dari para pemimpin dunia untuk konsisten menjadikan rumusan IF G20 sebagai basis kebijakan di masing-masing negara G20 untuk mendukung penyelesaian masalah dunia secara bersama-sama. Tanpa itu, perhelatan IF G20 setiap tahunnya lebih sebagai seremoni tanpa substansi. Diskursus tanpa aksi nyata.
(poe)
Lihat Juga :