Polusi Udara Jakarta Sebaiknya Tak Dijadikan Komoditas Politik
Kamis, 24 Agustus 2023 - 22:24 WIB
loading...
Gedung bertingkat tertutup kabut polusi udara di Jakarta, Jumat (11/8/2023). FOTO/SINDOnews/ISRA TRIANSYAH
A
A
A
JAKARTA - Sejumlah kalangan mengimbau kepada sejumlah kalangan, termasuk politisi, untuk tidak menjadikan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) sebagai kambing hitam meningginya polusi udara di Jakarta . Pakar komunilogi dari Universitas Pelita Harapan Emrus Sihombing mengatakan sekarang banyak politisi yang menggunakan isu publik sebagai ajang kampanye di media massa.
"Sekarang yang lagi ramai, politisi ikut-ikutan bahas polusi udara," katanya kepada media, Selasa (22/8/2023).
Dia mengatakan, ahli Lingkungan Institut Teknologi Bandung (ITB) dan universitas ternama lainnya sudah memaparkan penelitiannya. "Bahkan KLHK (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan) juga sudah memaparkan bahwa faktor PLTU tidak lebih dari 1%," katanya.
Dia menambahkan, kualitas udara di Provinsi Banten jauh lebih baik jika dibandingkan dengan Ibu Kota Jakarta meski letaknya lebih dekat dengan PLTU yang dianggap sebagai salah satu sumber polutan. "Kita bandingkan saja, 10 menit jalan di Jakarta hidung terasa kotor akibat polusi udara. Di Banten tidak demikian," katanya.
Emrus mengatakan sudah banyak ahli lingkungan yang memaparkan buruknya kualitas udara di Jakarta akibat masalah pada sektor transportasi yang belum pernah terselesaikan. "Sudah banyak ahli lingkungan yang menyatakan bahwa bukan PLTU. Tapi ya begitu. Masalahnya apa, penyelesaiannya di mana," katanya.
Menurutnya, isu buruknya kualitas udara di Ibu Kota sangat tidak tecermin oleh PLTU yang ada di sekitar Jakarta. "Kan, salah satu PLTU ada di Banten, dan kami di Banten merasakan hal itu," kata peraih gelar doktor komunikasi itu.
"Sekarang yang lagi ramai, politisi ikut-ikutan bahas polusi udara," katanya kepada media, Selasa (22/8/2023).
Dia mengatakan, ahli Lingkungan Institut Teknologi Bandung (ITB) dan universitas ternama lainnya sudah memaparkan penelitiannya. "Bahkan KLHK (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan) juga sudah memaparkan bahwa faktor PLTU tidak lebih dari 1%," katanya.
Dia menambahkan, kualitas udara di Provinsi Banten jauh lebih baik jika dibandingkan dengan Ibu Kota Jakarta meski letaknya lebih dekat dengan PLTU yang dianggap sebagai salah satu sumber polutan. "Kita bandingkan saja, 10 menit jalan di Jakarta hidung terasa kotor akibat polusi udara. Di Banten tidak demikian," katanya.
Emrus mengatakan sudah banyak ahli lingkungan yang memaparkan buruknya kualitas udara di Jakarta akibat masalah pada sektor transportasi yang belum pernah terselesaikan. "Sudah banyak ahli lingkungan yang menyatakan bahwa bukan PLTU. Tapi ya begitu. Masalahnya apa, penyelesaiannya di mana," katanya.
Menurutnya, isu buruknya kualitas udara di Ibu Kota sangat tidak tecermin oleh PLTU yang ada di sekitar Jakarta. "Kan, salah satu PLTU ada di Banten, dan kami di Banten merasakan hal itu," kata peraih gelar doktor komunikasi itu.
Lihat Juga :