Reinkarnasi Indonesia sebagai Negara Maritim, Apakah Mungkin?
Jum'at, 18 Agustus 2023 - 21:10 WIB
loading...
A
A
A
Dalam perkembangannya, setelah Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit runtuh setelah masa kejayaannya, kerajaan yang menggantikannya walaupun budaya maritim masih ada namun perlahan-lahan menurun bersamaan dengan masuknya kekuasaan asing.
Kehadiran pedagang asing terus bertambah, bahkan sampai berakhirnya menjelang abad ke-20 kekuasaan Belanda makin kuat, perdagangan melalui jalur laut terus meningkat, menyusul bertambahnya jenis komoditas atau barang yang diperdagangkan. Kekuasaan asing makin kuat yaitu Belanda dan Inggris yang selanjutnya tinggal Belanda saja menggantikan kekuasaan lokal dalam menentukan berbagai hal yang menyangkut perdagangan dan pelayaran.
Dengan semakin terpinggirnya penguasa lokal maka budaya maritimpun makin berkurang dalam perkembanganya. Perkembangan Pemerintah Indonesia selama ini cenderung berorientasi pada daratan yaitu Indonesia sebagai negara agraris sehingga pengelolaan maritim masih belum maksimal.
Nah, bagaimana dengan kondisi Indonesia saat ini? Apakah akan terjadi reinkarnasi Indonesia sebagai negara maritim akan kembali terulang terutama dalam penguatan budaya maritimnya, seperti yang pernah terjadi pada masa lampau? Apakah stakeholder memiliki pemikiran yang sama terkait Indonesia sebagai Negara maritim bahkan Bapak Presiden RI pada saat KTT ke-9 East Asia Summit menyatakan Indonesia sebagai poros maritim dunia?
Pertanyaan-pernyataan tersebut perlu menjadi perhatian dan pemikiran bersama agar budaya maritim semakin kuat di Indonesia. Ujungnya dapat memperkuat integrasi antarpulau yang dampaknya adalah semakin merata pertumbuhan ekonomi tiap wilayah.
Posisi Indonesia yang sangat strategis di mana Indonesia merupakan negara kepulauan terluas di dunia yang memiliki lebih 17.000 pulau, dengan luas lautan sekitar 5,8 juta km persegi (75,7%) lebih besar dari pada luas daratan sekitar 2 juta km persegi dengan garis pantai terpanjang kedua dunia setelah Kanada. Terletak di antara dua benua yaitu Asia dan Australia serta dua samudera yaitu Hindia dan Pasifik.
Dengan kekuatan inilah maka Indonesia memiliki potensi besar untuk maju perekonomiannya dan sangat strategis dari sisi ekonomi, dan lingkungan, sosial-budaya, hukum dan keamanan. Namun sektor maritim ini masih belum mendapat perhatian serius jika dibandingkan dengan sektor daratan.
Kehadiran pedagang asing terus bertambah, bahkan sampai berakhirnya menjelang abad ke-20 kekuasaan Belanda makin kuat, perdagangan melalui jalur laut terus meningkat, menyusul bertambahnya jenis komoditas atau barang yang diperdagangkan. Kekuasaan asing makin kuat yaitu Belanda dan Inggris yang selanjutnya tinggal Belanda saja menggantikan kekuasaan lokal dalam menentukan berbagai hal yang menyangkut perdagangan dan pelayaran.
Dengan semakin terpinggirnya penguasa lokal maka budaya maritimpun makin berkurang dalam perkembanganya. Perkembangan Pemerintah Indonesia selama ini cenderung berorientasi pada daratan yaitu Indonesia sebagai negara agraris sehingga pengelolaan maritim masih belum maksimal.
Nah, bagaimana dengan kondisi Indonesia saat ini? Apakah akan terjadi reinkarnasi Indonesia sebagai negara maritim akan kembali terulang terutama dalam penguatan budaya maritimnya, seperti yang pernah terjadi pada masa lampau? Apakah stakeholder memiliki pemikiran yang sama terkait Indonesia sebagai Negara maritim bahkan Bapak Presiden RI pada saat KTT ke-9 East Asia Summit menyatakan Indonesia sebagai poros maritim dunia?
Pertanyaan-pernyataan tersebut perlu menjadi perhatian dan pemikiran bersama agar budaya maritim semakin kuat di Indonesia. Ujungnya dapat memperkuat integrasi antarpulau yang dampaknya adalah semakin merata pertumbuhan ekonomi tiap wilayah.
Posisi Indonesia yang sangat strategis di mana Indonesia merupakan negara kepulauan terluas di dunia yang memiliki lebih 17.000 pulau, dengan luas lautan sekitar 5,8 juta km persegi (75,7%) lebih besar dari pada luas daratan sekitar 2 juta km persegi dengan garis pantai terpanjang kedua dunia setelah Kanada. Terletak di antara dua benua yaitu Asia dan Australia serta dua samudera yaitu Hindia dan Pasifik.
Dengan kekuatan inilah maka Indonesia memiliki potensi besar untuk maju perekonomiannya dan sangat strategis dari sisi ekonomi, dan lingkungan, sosial-budaya, hukum dan keamanan. Namun sektor maritim ini masih belum mendapat perhatian serius jika dibandingkan dengan sektor daratan.
Lihat Juga :