ICSF Geram Pemerintah Hanya Reaktif Sikapi 337 Juta Data Dukcapil Diduga Bocor
Sabtu, 22 Juli 2023 - 18:50 WIB
loading...
Ketua ICSF Ardi Sutedja saat diskusi yang digelar MNC Trijaya bertajuk
A
A
A
JAKARTA - Indonesia Cyber Security Forum (ICSF) menilai Indonesia mengalami darurat pemahaman kebocoran data . Terlebih, baru-baru ini, ada dugaan 337 juta data Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) bocor.
Ketua ICSF Ardi Sutedja mengatakan, darurat yang terjadi di Indonesia bukan dalam arti pada teknologi maupun sumber daya manusia (SDM), melainkan pemahaman. Sebab, ketika ada dugaan kebocoran data yang dilakukan adalah mencari siapa yang bertanggung jawab.
"Kalau bicara bocor data itu, yang ada reaktif, cari si A si B yang bertanggung jawab. Kita ngomong UU. Masyarakat peduli kaya gitu? udah bocor yah bocor. Ini yang jadi persoalan," kata Ardi saat diskusi yang digelar MNC Trijaya bertajuk "Data Warga Siapa Yang Jaga" dalam kanal YouTube, Trijaya FM, Sabtu (22/7/2023).
Ardi lantas menyontohkan salah satu dampak kebocoran data yang terjadi di Garut. Data pribadi masyarakat pada satu desa disalahgunakan untuk pinjaman online (pinjol).
Ketua ICSF Ardi Sutedja mengatakan, darurat yang terjadi di Indonesia bukan dalam arti pada teknologi maupun sumber daya manusia (SDM), melainkan pemahaman. Sebab, ketika ada dugaan kebocoran data yang dilakukan adalah mencari siapa yang bertanggung jawab.
"Kalau bicara bocor data itu, yang ada reaktif, cari si A si B yang bertanggung jawab. Kita ngomong UU. Masyarakat peduli kaya gitu? udah bocor yah bocor. Ini yang jadi persoalan," kata Ardi saat diskusi yang digelar MNC Trijaya bertajuk "Data Warga Siapa Yang Jaga" dalam kanal YouTube, Trijaya FM, Sabtu (22/7/2023).
Ardi lantas menyontohkan salah satu dampak kebocoran data yang terjadi di Garut. Data pribadi masyarakat pada satu desa disalahgunakan untuk pinjaman online (pinjol).
Lihat Juga :