Zonasi dan Tradisi Manipulasi

Rabu, 12 Juli 2023 - 05:46 WIB
loading...
A A A
Minggu (9/7/2023), Ombudsman RI Perwakilan DI Yogyakarta (ORI DIY) juga menangkap persoalan tak jauh beda. Anehnya, laporan dugaan kecurangan ini rutin setiap tahun terjadi sejak sistem zonasi ini diberlakukan. Uniknya, tahun ini ORI DIY menemukan kasus satu rumah yang memiliki dua KK. Dalam masing-masing satu KK terdapat 10 anak dengan status keluarga lain.

baca juga: KPK Kantongi Informasi Praktik Suap Penerimaan Siswa Masuk SMA Negeri

Praktis, dalam satu rumah itu ada 20 anak calon siswa yang sejatinya berbeda keluarga. Patgulipat ini sengaja dilakukan karena rumah dijadikan basis ‘KK raksasa’ sangat dekat dengan sebuah sekolah favorit incaran para siswa tersebut.

Di luar Kota Bogor dan Yogyakarta, ada ribuan kasus hampir serupa terjadi. Namun umumnya kasus-kasus itu didiamkan atau malah cenderung dimanfaafkan untuk ajang ‘bancakan’ pihak tertentu. Maraknya praktik manipulasi dan seolah perlahan menjadi tradisi ini memang memprihatinkan. Sistem zonasi faktanya belum benar-benar mencapai tujuan yang hakiki.

Memang pada satu sisi, ada banyak perubahan positif dari kebijakan ini. Seperti kualitas pendidikan kian merata, stigma sekolag favorit perlahan hilang, mendekatkan sekolah dengan keluarga, pembelajaran tentang keberagaman dan munculnya kepercayaan diri siswa. Namun, potret kecurangan seperti terungkap di atas seolah menjadi kerikil zonasi yang membuat kebijakan ini belum sepenuhnya kuat terpatri.

Melalui Pendidikan Berkeadilan, benar bahwa sistem zonasi berupaya memberikan jaminan hak kepada semua warga negara untuk mendapatkan akses pendidikan secara adil. Konsekuensi dari sistem ini adalah menghilangkan tren favoritisme sekolah yang telah mengakar puluhan tahun.

baca juga: Ombudsman Jabar Buka Kanal Pengaduan Penerimaan Siswa Baru

Melalui sistem zonasi, sekolah-sekolah favorit pun tak lagi menjadi dominasi calon siswa dengan kemampuan akademik tinggi dan ekonomi kuat. Anak-anak dengan kemampuan biasa atau berkategori dari keluarga miskin dan berdekatan dengan sekolah favorit tersebut akhirnya bisa masuk. Mereka pun mendapat pendidikan yang setara, tanpa ada perasaan dikucilkan, terpinggirkan dan lain sebagainya.

Di sisi lain, harus diakui bahwa kualitas pendidikan perlahan kian merata, tanpa ada sekat lagi mana sekolah favorit, unggulan dan sebutan lainnya. Toh demikian, mengubah mindset atas tren sekolah favorit ini pun tak semudah membalik tangan.

Faktanya, mindset ini masih tertanam dan menjangkar kuat di benak masyarakat. Di sisi lain, terkadang ada pengelola sekolah-sekolah yang sengaja memosisikan institusinya sebagai sekolah favorit dengan berbagai strategi dan narasi. Ini jelas memicu favoritisme sekolah tak mudah untuk dihapus.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kasus Chromebook Dinilai...
Kasus Chromebook Dinilai Janggal, Kuasa Hukum Sebut Nadiem Makarim Dikriminalisasi
Ruang Sidang Sempat...
Ruang Sidang Sempat Gelap Gulita saat Nadiem Makarim Bacakan Pleidoi
Tuntutan Terhadap Nadiem...
Tuntutan Terhadap Nadiem Dinilai Tepat, Pengamat Sebut Ada Skema Understated Equity
Pakar Hukum Minta Tahanan...
Pakar Hukum Minta Tahanan Rumah Nadiem Makarim Ditinjau Ulang
Nadiem Dituntut 18 Tahun...
Nadiem Dituntut 18 Tahun Penjara, Jaksa Dinilai Abaikan Fakta Persidangan dan Alat Bukti
JPU Bongkar Skema Fraud...
JPU Bongkar Skema Fraud Kerah Putih dalam Kasus Nadiem Makarim
Jalur Pendaftaran dan...
Jalur Pendaftaran dan Jadwal Penting SPMB Jawa Timur 2026
PPDB Sekolah Garuda...
PPDB Sekolah Garuda 2026 Dibuka Februari, Cek Syarat, Dokumen, dan Jadwal Lengkapnya
Jalan Medan Merdeka...
Jalan Medan Merdeka Selatan Arah Sudirman-Thamrin Macet Total Imbas Demo Guru
Rekomendasi
Tio Pakusadewo Dirawat...
Tio Pakusadewo Dirawat Akibat Gangguan Jantung, Dewi Irawan Buka Donasi
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
AS Bohong, Kapal Induk...
AS Bohong, Kapal Induk Gerald R Ford Ternyata Rusak Parah saat Perang Lawan Iran, Ini Buktinya!
Berita Terkini
Silmy Karim Tersangka...
Silmy Karim Tersangka Korupsi, Komisi III DPR: Usut Tuntas Tanpa Pandang Bulu
Hebat! Kota Semarang...
Hebat! Kota Semarang Raih Penghargaan Nasional Creative Financing, Bukti Inovasi Pemkot Hadirkan Pembangunan yang Berdampak
2 Wamen Kabinet Prabowo...
2 Wamen Kabinet Prabowo Terjerat Korupsi, Nomor 1 Divonis 4,5 Tahun Penjara
Perang Iran 20266: Ketika...
Perang Iran 20266: Ketika Diplomasi Berbicara dengan Bahasa Rudal
Prabowo akan Menerima...
Prabowo akan Menerima Surat Kepercayaan dari 17 Dubes pada 8 Juni 2026
Said Iqbal soal Sinyal...
Said Iqbal soal Sinyal Masuk Kabinet Prabowo: Kita Tunggu Pengumuman Resmi
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved