Jokowi Sebut Pers Sedang Tidak Baik-baik Saja, Dewan Pers Ungkap 2 Masalah Utamanya

Kamis, 09 Februari 2023 - 14:28 WIB
loading...
Jokowi Sebut Pers Sedang...
Ketua Komisi Pengaduan dan Penegakan Etika Pers Dewan Pers, Yadi Hendriana. FOTO/IST
A A A
JAKARTA - Dewan Pers menanggapi positif pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam sambutan puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2023 di Medan, Sumatera Utara, Kamis (9/2/2023). Presiden menyatakan bahwa dunia pers saat ini tidak sedang dalam keadaan baik-baik saja.

Ketua Komisi Pengaduan dan Penegakan Etika Pers Dewan Pers, Yadi Hendriana mengatakan, pihaknya menganggap pernyataan Presiden Jokowi adalah concern positif terhadap pers. Menurutnya, pers memang sedang menghadapi dua persoalan utama. Pertama, munculnya banyak media online tidak dibarengi dengan kualitas jurnalis yang mumpuni. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya aduan kasus pers yang dimoninasi oleh media online.

"Dari 691 pengaduan kasus Pers 2022, 97% kasus pers terjadi di media online. Pelanggarannya beragam, berupa berita tanpa konfirmasi, tanpa verifikasi, berita bohong, berita asal kutip dari sosial media dengan informasi tidak jelas dan berita hanya amplifikasi clickbite dan juga berita-berita asusila," kata Yadi dalam keterangan tertulisnya, Kamis (9/2/2023).

Baca juga: Presiden Jokowi: Dunia Pers Tidak Sedang Baik-baik Saja

Pelanggaran ini, kata Yadi, membuktikan pemahaman wartawan terhadap kode etik jurnalistik sangat minim, sehingga perlu mendapat edukasi serta literasi yang baik. Menurutnya, situasi ini menjadi tanggung jawab bersama, yakni Dewan Pers, organisasi pers, perusahaan pers, dan juga masyarakat.

"Masyarakat harus ikut mengontrol pers dengan melaporkan pelanggaran pelanggaran pers ke Dewan Pers," katanya.

Persoalan kedua yang dihadapi pers adalah ada ketidaksetaraan secara ekonomi antara perusahaan pers dengan perusahaan teknologi global yang menguasai pasar distribusi konten yang dominan. Hal ini berdampak pada pembagian kue iklan yang tidak merata dan cenderung mengabaikan jurnalisme berkualitas, karena konten yang tersebar kebanyakan adalah konten recahan.

"Ini perlu didorong dengan aturan yang mengikat dan berdampak baik bagi perusahaan media lokal dan nasional serta penekanan terhadap tersebarnya karya jurnalistik yang sesuai code of conduct," katanya.

Baca juga: Jokowi: Insan Pers Telah Membuka Harapan Orang Biasa Seperti Saya Menjadi Presiden

Sebelumnya, Presiden Jokowi menyatakan bahwa dunia pers tidak dalam keadaan baik-baik saja. Pers menghadapi permasalahan utama yakni membuat berita yang bertanggung jawab.

"Pada hari peringatan Hari Pers Nasional sekarang ini, saya ingin mengatakan bahwa dunia pers tidak sedang baik-baik saja. Saya ulang dunia pers tidak sedang baik-baik saja," kata Jokowi dalam sambutan HPN 2023 di Medan, Kamis (9/2/2023).

Jokowi mengatakan, dulu isu utama dunia pers adalah kebebasan pers. Namun, sekarang isu utamanya telah bergeser.

"Apakah isu utamanya tetap sama? Menurut saya sudah bergeser karena kurang bebas apalagi kita sekarang ini, pers sekarang ini mencakup seluruh media informasi yang bisa tampil dalam bentuk digital. Semua orang bebas membuat berita dan sebebas-bebasnya," katanya.

Menurut Jokowi, masalah utama pers saat ini adalah membuat pemberitaan yang bertanggung jawab. Sebab, banyaknya berita di media sosial yang tersebar, tapi tidak beredaksi seperti media konvensional.

"Karena masyarakat kebanjiran berita dari media sosial dan media digital lainnya, termasuk platform-platform dan umumnya tidak beredaksi atau dikendalikan oleh AI (Artificial Intelligence)," katanya.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ketua Dewan Pers Komaruddin...
Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat Tekankan Sikap Kritis dan Konstruktif Media Massa
Dewan Pers dan Konstituen...
Dewan Pers dan Konstituen Matangkan Usulan Pengaturan Karya Jurnalistik dalam RUU Hak Cipta
HUT ke-80, SPS: Fondasi...
HUT ke-80, SPS: Fondasi Pers Nasional Terletak pada Integritas, Profesionalisme, dan Kepentingan Publik
Dewan Pers Minta Pemerintah...
Dewan Pers Minta Pemerintah Tempuh Jalur Diplomatik Bebaskan Jurnalis yang Ditangkap Israel
Pemerintah Gandeng Homeless...
Pemerintah Gandeng Homeless Media, Dewan Pers: Mereka Jangan Menjadi Humas
Komdigi: Butuh Perjuangan...
Komdigi: Butuh Perjuangan dan Konsistensi Panjang dalam Menjaga Kebebasan Pers
Meriahkan HPN 2026,...
Meriahkan HPN 2026, Seksi Wartawan Olahraga Gelar Fishing Gathering dan Santunan
Peringati HPN 2026,...
Peringati HPN 2026, JIP Sebar Ratusan Bibit Pohon di Depok
Hadiri HPN, 2026 Pilar...
Hadiri HPN, 2026 Pilar Saga: Perkuat Peran Pers Hadapi Era Digital dan AI
Rekomendasi
Sujud Syukur Tidak Boleh...
Sujud Syukur Tidak Boleh Sembarangan, Ini Syarat dan Tata Caranya Menurut Ulama
Cara Efisien Pengurusan...
Cara Efisien Pengurusan Paspor dan Visa untuk Perjalanan Bisnis Perusahaan
Di Motion Trade, Anargya...
Di Motion Trade, Anargya Asset Management Bikin Challenge dengan Total Reward Rp25 Juta
Berita Terkini
Analisa Hukum Putusan...
Analisa Hukum Putusan Perkara Nadiem Makarim
HUT Bhayangkara: Mampukah...
HUT Bhayangkara: Mampukah Polri Melindungi Kritik Tanpa Mengkriminalisasi Warga?
HUT ke-80 Bhayangkara,...
HUT ke-80 Bhayangkara, Prabowo Potong Tumpeng dan Serahkan ke Kapolri
Gerindra: Komunikasi...
Gerindra: Komunikasi Prabowo dengan Jokowi Baik-Baik Aja
Gus Falah: HUT ke-80...
Gus Falah: HUT ke-80 Bhayangkara Momentum Perkuat Kedekatan Polri dengan Rakyat
Forum GPI4 di Peru,...
Forum GPI4 di Peru, Indonesia Tegaskan Komitmen Lindungi Gambut Dunia
Infografis
Miliarder Elon Musk...
Miliarder Elon Musk Sebut Amerika Serikat sedang Menuju Bangkrut
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved