Soal Sistem Proporsional Tertutup, Nasdem: Kedaulatan Konstituen Jangan Dirampas Kembali
Rabu, 04 Januari 2023 - 19:35 WIB
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Nasdem Johnny G Plate turut angkat bicara ihwal wacama sistem pemilu proporsional tertutup. Foto/MPI
JAKARTA - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Nasdem Johnny G Plate turut angkat bicara ihwal wacama sistem pemilu proporsional tertutup. Pihaknya dengan tegas menolak sistem pemilu proporsional tertutup.
Hal itu disampaikan Johnny dalam acara rilis hasil survei Indikator Politik Indonesia bersama Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto secara daring, Rabu (4/1/2023). Baca juga: Waketum Golkar Minta PDIP Tak Paksakan Sistem Pemilu Proporsional Tertutup
Johnny menyampaikan dirinya pernah pernah menjadi anggota Pansus Kodifikasi UU Pemilu. Saat itu, ia menceritakan pengalamannya berdebat mengenai sistem pemilu proposional terbuka atau tertutup.
"Secara politik saat itu kita semua sepakat untuk menggunakan sistem proposional terbuka. Argumennya saat ini kita lakukan ini adalah argumen daur ulang. Karena ini sudah disampaikan semua," ujar Johnny.
Dia menjelaskan dasar pemilihan sistem pemilu proporsional terbuka didasari atas harapan hak rakyat dapat digunakan secara penuh. Ia juga merasa sistem.proporsional terbuka ditujukan agar rakyat dapat mengetahui langsung calon wakilnya dan tidak bertentangan dengan konstitusi.
"Sehingga kalau dengan argumen yang sama kita lakukan dulu kita lakukan lagi sekarang satu hal yang mungkin masih yang perlu diingatkan, hak kedaulatan yang telah kita berikan secara luas kepada konstituen jangan dirampas kembali," tandas Johnny.
Hal itu disampaikan Johnny dalam acara rilis hasil survei Indikator Politik Indonesia bersama Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto secara daring, Rabu (4/1/2023). Baca juga: Waketum Golkar Minta PDIP Tak Paksakan Sistem Pemilu Proporsional Tertutup
Johnny menyampaikan dirinya pernah pernah menjadi anggota Pansus Kodifikasi UU Pemilu. Saat itu, ia menceritakan pengalamannya berdebat mengenai sistem pemilu proposional terbuka atau tertutup.
"Secara politik saat itu kita semua sepakat untuk menggunakan sistem proposional terbuka. Argumennya saat ini kita lakukan ini adalah argumen daur ulang. Karena ini sudah disampaikan semua," ujar Johnny.
Dia menjelaskan dasar pemilihan sistem pemilu proporsional terbuka didasari atas harapan hak rakyat dapat digunakan secara penuh. Ia juga merasa sistem.proporsional terbuka ditujukan agar rakyat dapat mengetahui langsung calon wakilnya dan tidak bertentangan dengan konstitusi.
"Sehingga kalau dengan argumen yang sama kita lakukan dulu kita lakukan lagi sekarang satu hal yang mungkin masih yang perlu diingatkan, hak kedaulatan yang telah kita berikan secara luas kepada konstituen jangan dirampas kembali," tandas Johnny.
Lihat Juga :