Profil Salmah Orbayinah, Ketua Umum PP Aisyiyah Kedua yang Namanya Tak Berawalan Siti
Selasa, 22 November 2022 - 19:27 WIB
Dengan terpilihnya Bayin, maka hingga saat ini sudah ada 11 tokoh perempuan menjadi Ketum PP Aisyiyah. Masing-masing adalah Siti Bariyah (1917-1920), Siti Walidah (1921-1931), Siti Aisyah Hilal (1931, 1937-1942, 1950-1953), Siti Munjiyah (1932-1937), Siti Badilah (1938), Siti Hayinah (1946), 1953-1962), Siti Baroroh Baried (1965-1985). Kemudian Elyda Djazman (1985-2000), Siti Chamamah Soeratno (2000-2010), Siti Noordjannah Djohantini (2010-2022), dan Salmah Orbayinah (2022-sampai sekarang).
Jika dilihat dari nama-namanya, maka Bayin adalah Ketum PP Aisyiyah kedua yang tidak berawal Siti setelah Elyda Djazman. Elyda terpilih menjadi Ketum PP Aisyiyah dalam muktamar ke-41 yang juga berlangsung di Solo pada 1985. Selama tiga periode kepemimpinannya, Elyda membawa 'Aisyiyah kian maju dan berkembang.
Profil Salmah Orbayinah
Salmah Orbayinah bukan nama asing di Aisyiyah. Mengutip buku biodata calon anggota PP Aisyiyah pada muktamar Solo, Bayin sebelumnya merupakan Ketua Majelis Pendidikan Kader (MPK) PP Aisyiyah. Perempuan kelahiran Yogyakarta, 29 Februari 1968 ini juga kader Nasyiatul Aisyiyah, organ otonom Muhammadiyah.
Bayin juga merupakan seorang akademisi. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana di Fakultas Farmasi UGM pada 1992. Ia kemudian mengambil pendidikan profesi PSPA UGM dan lulus pada 1993.
Jika dilihat dari nama-namanya, maka Bayin adalah Ketum PP Aisyiyah kedua yang tidak berawal Siti setelah Elyda Djazman. Elyda terpilih menjadi Ketum PP Aisyiyah dalam muktamar ke-41 yang juga berlangsung di Solo pada 1985. Selama tiga periode kepemimpinannya, Elyda membawa 'Aisyiyah kian maju dan berkembang.
Profil Salmah Orbayinah
Salmah Orbayinah bukan nama asing di Aisyiyah. Mengutip buku biodata calon anggota PP Aisyiyah pada muktamar Solo, Bayin sebelumnya merupakan Ketua Majelis Pendidikan Kader (MPK) PP Aisyiyah. Perempuan kelahiran Yogyakarta, 29 Februari 1968 ini juga kader Nasyiatul Aisyiyah, organ otonom Muhammadiyah.
Bayin juga merupakan seorang akademisi. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana di Fakultas Farmasi UGM pada 1992. Ia kemudian mengambil pendidikan profesi PSPA UGM dan lulus pada 1993.
Lihat Juga :