Sawit Berkontribusi Besar dalam Pengendalian Perubahan Iklim
Jum'at, 11 November 2022 - 20:05 WIB
Musdalifah melanjutkan, guna meningkatkan peran kelapa sawit dalam pengurangan emisi karbon, dengan mengembangkan biodisel (B30) untuk mengurangi ketergantungan kepada bahan bakar fosil.
Berdasarkan perhitungan, program B30 telah mengurangi emisi gas rumah kaca sekitar 29,5 juta ton, setara CO2 di tahun 2022. Di sisi lain, tutupan kebun sawit seluas 16,38 juta hektare juga berkontribusi pada penyerapan 2,2 miliar ton CO2 setiap tahun.
Kontribusi penyerapan karbon dari biodisel kelapa sawit diharapkan akan semakin meningkat seiring dengan rencana penerapan B40 dan peningkatan bauran energi baru dan terbarukan 23% pada tahun 2025.
Baca juga: Menteri LHK Dorong Kontribusi Generasi Muda Atasi Perubahan Iklim
Sementara Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim KLHK Laksmi Dewanthi menjelaskan, untuk menekan emisi karbon dari sektor penggunaan lahan, pemerintah telah menerbitkan kebijakan penghentian penerbitan izin baru di hutan primer dan lahan gambut. “Kebijakan ini juga berlaku untuk perkebunan,” katanya.
Berdasarkan perhitungan, program B30 telah mengurangi emisi gas rumah kaca sekitar 29,5 juta ton, setara CO2 di tahun 2022. Di sisi lain, tutupan kebun sawit seluas 16,38 juta hektare juga berkontribusi pada penyerapan 2,2 miliar ton CO2 setiap tahun.
Kontribusi penyerapan karbon dari biodisel kelapa sawit diharapkan akan semakin meningkat seiring dengan rencana penerapan B40 dan peningkatan bauran energi baru dan terbarukan 23% pada tahun 2025.
Baca juga: Menteri LHK Dorong Kontribusi Generasi Muda Atasi Perubahan Iklim
Sementara Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim KLHK Laksmi Dewanthi menjelaskan, untuk menekan emisi karbon dari sektor penggunaan lahan, pemerintah telah menerbitkan kebijakan penghentian penerbitan izin baru di hutan primer dan lahan gambut. “Kebijakan ini juga berlaku untuk perkebunan,” katanya.
Lihat Juga :