Kisah Sanjoto, Saksi Hidup Pengawal Jenderal Soedirman di Medan Perang
Jum'at, 11 November 2022 - 14:40 WIB
Kala itu komandan Kolonel Gatot Subroto memintanya untuk mengamankan Jenderal Soedirman ketika hendak melintasi jalan poros Surakarta-Wonogiri. Upaya ini dilakukan demi mematahkan serangan musuh melalui gerakan bawah tanah.
Saat itu pria kelahiran 1930 ini berpangkat Letnan Muda dan ditugaskan untuk menjadi Pengaman Rute Gerilya dari satuan Polisi Tentara (PT) cikal bakal CPM.
Sehingga tugasnya pada waktu itu adalah untuk mendeteksi wilayah yang terdapat musuh dan mana yang aman dari pantauan tentara Belanda, demi mengamankan rute perjalanan sang Jenderal.
"Saat itu tentara Belanda ada di mana-mana, bahkan juga menyebar mata-mata. Oleh karena itu kami melakukan pengamatan dengan cermat dan mengenali setiap wilayah yang benar-benar aman," tutur Sanjoto kepada MPI, Rabu (9/11/2022)
"Saat itu kami berada di Desa Mento, sekitaran Wonogiri-Sukoharjo. Di sana saya ingat ada belokan di tengah kebun tebu. Saya dan teman-teman memasang landsman (ranjau) tepat di belokan atau tikungan,” lanjutnya kembali.
Saat itu pria kelahiran 1930 ini berpangkat Letnan Muda dan ditugaskan untuk menjadi Pengaman Rute Gerilya dari satuan Polisi Tentara (PT) cikal bakal CPM.
Sehingga tugasnya pada waktu itu adalah untuk mendeteksi wilayah yang terdapat musuh dan mana yang aman dari pantauan tentara Belanda, demi mengamankan rute perjalanan sang Jenderal.
"Saat itu tentara Belanda ada di mana-mana, bahkan juga menyebar mata-mata. Oleh karena itu kami melakukan pengamatan dengan cermat dan mengenali setiap wilayah yang benar-benar aman," tutur Sanjoto kepada MPI, Rabu (9/11/2022)
"Saat itu kami berada di Desa Mento, sekitaran Wonogiri-Sukoharjo. Di sana saya ingat ada belokan di tengah kebun tebu. Saya dan teman-teman memasang landsman (ranjau) tepat di belokan atau tikungan,” lanjutnya kembali.
Lihat Juga :