Kisah Mantan Panglima TNI Pernah Jadi Penjaga Warung, Pembuat Donat, hingga Caddy

Senin, 23 Mei 2022 - 06:22 WIB


Ya, seorang caddy harus memanggul tas berisi beberapa tingkat golf. Berat satu tas golf hampir mencapai 15 kilogram. Para caddy harus memanggul dan mengikuti ke mana pun para pemain golf itu bergerak.

Para pemain golf umumnya memainkan 18 hingga 27 holes. Sehingga, jarak yang harus ditempuh sekitar lima hingga sepuluh kilometer. Para caddy juga harus memunguti bola yang terpental ke mana-mana.

Tak hanya itu, para caddy juga harus mencuci stik golf dan sepatu para pemain. Saat itu, Jadi mendapatkan upah Rp200. "Saat itu, uang sejumlah itu cukup untuk membeli lima liter beras," kata Herry, sesama caddy.



Setelah lulus SD, Hadi melanjutkan sekolah di SMP Negeri 7 Singasari, Malang. Pergaulan Hadi pun mulai meluas. Dia berkenalan dengan anak-anak di luar kompleks, juga dengan anak-anak perwira yang tinggal di blok lain (umumnya disebut mes perwira, tapi masih dalam kompleks yang sama).

"Satu kali saya melihat teman saya, anak seorang penerbang, ikut bapaknya main golf. Saya lari menjauh karena malu sekali kalau ketahuan jadi caddy. Saya kira dia juga pasti akan malu punya teman seorang caddy," kata Hadi.

Sejak itu, Hadi berhenti mencari uang di lapangan golf. Sebagai gantinya, Hadi membantu orang tuanya berjualan rujak dan membuat donat di rumah, di samping panganan lainnya.

Aktivitas membuat donat masih tetap dilakukannya saat duduk di bangku SMA. Tugas Hadi adalah menguleni adonan donat agar bisa mengembang, sementara menggoreng dan membungkus adalah tugas ibunya dan Nining.

Saat masuk sekolah siang, pagi harinya Hadi bertugas menjaga warung. Hadi juga bertugas mengantar dan menitipkan donat kepada Mak Jah, pedagang jajanan di Pasar Singasari yang jaraknya empat kilometer dari rumahnya.
Dapatkan berita terbaru, follow WhatsApp Channel SINDOnews sekarang juga!
Halaman :
tulis komentar anda
Video Rekomendasi
Berita Terkait
Rekomendasi
Terpopuler
Berita Terkini More