Pasang Surut Industri Manufaktur

Kamis, 18 Juni 2020 - 04:27 WIB
Sebab, industri manufaktur menyerap ratusan ribu tenaga kerja domestik. Jika industri ini tidak mendapat perhatian serius, lambat laun daya saing akan turun sehingga memberikan dampak tidak baik terhadap perekonomian nasional. Sektor industri memiliki peran strategis dalam memberikan kontribusi yang cukup besar bagi perekonomian nasional.

Aktivitas industri memberikan peningkatan nilai tambah bahan baku dalam negeri, meningkatkan penyerapan tenaga kerja lokal, serta menambah penerimaan devisa negara. Ada beberapa sektor industri yang memberikan kontribusi besar terhadap capaian ekspor nasional. Di antaranya industri makanan, logam dasar, kimia, industri pakaian, dan industri kertas.

Sejumlah tantangan berat dihadapi oleh industri manufaktur nasional. Di antaranya gangguan pada rantai pasok (supply chain) yang berimbas pada keterlambatan pengiriman kepada konsumen. Selain itu, pasokan bahan baku baik domestik maupun impor masih terkendala, sehingga membuat kegiatan produksi ikut terganggu. Dari segi biaya produksi, industri manufaktur nasional menanggung kenaikan biaya cukup tinggi sebagai imbas melemahnya rupiah dan minimnya pasokan bahan baku.

Kelangkaan bahan baku tersebut membuat harga bahan baku semakin tinggi, meskipun ada pasokan yang berasal dari impor. Industri manufaktur belum menunjukkan tanda-tanda akan segera bangkit. Industri manufaktur juga terpengaruh upaya menghentikan penyebaran penyakit virus korona yang dilakukan dengan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Industri tentu masih khawatir tentang kelebihan kapasitas sehingga memutuskan untuk mengurangi produksi dan mengurangi jumlah karyawan.

Banyak pula pelaku industri padat karya seperti industri sepatu yang gulung tikar lantaran penjualannya turun tajam. Mayoritas perusahaan sektor ini bahkan diperkirakan hanya mampu mempertahankan bisnisnya tanpa melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) selama tiga bulan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!