'New Normal' Bikin Penanganan Corona Tidak Normal

Jum'at, 12 Juni 2020 - 10:16 WIB
Menurut dia, kondisi itu masih ditambah dengan larangan mudik yang banyak dilanggar masyarakat, sehingga membuat penyebaran Covid-19 kian masif. Daerah yang awalnya green zone (zona hijau) berubah menjadi red zone (zona merah) sampai black zone (zona hitam). (Baca juga: Achmad Yurianto: Mayoritas Penambahan Pasien Positif Covid-19 Orang Tanpa Gejala ).

"Itulah akibatnya kalau kebijakan tak sejalan. Bikin kebijakan harus rational policy (kebijakan rasional), bukan irrational policy. Untuk itu, sinergiras antra legislatif dan eksekutif dan lembaga terkait harus berjalan beriringan," tuturnya.

Kata Jerry, new normal ini sebuah pilihan antara freedom and healthy (kebebasan dan kesehatan). Karena menurutnya, esensi dari new normal sudah bisa dilakukan sendiri-sendiri, kita harus menyelamatkan diri. (Baca juga:

"Bahasa dasarnya pemerintah sudah hands up (angkat tangan), kita yang tentukan arah dan tujuan. Bahasa new normal beda tipis dengan herd immunity seperti yang dilakukan pemerintah Swedia namun gagal total," ungkap Jerry seraya menyebut tidak yakin new normal akan berhasil lantaran melihat kurva Covid-19 yang tak kunjung turun.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!