Semeru, Gunung Api Berfrekuensi Letusan Tinggi Favorit Para Pendaki
Minggu, 05 Desember 2021 - 08:01 WIB
Umumnya letusan Gunung Semeru bertipe vulkanian dan strombolian. Ciri letusan vulkanian adalah letusan eksplosif yang menyemburkan material dari dalam magma, juga bongkahan batu di sekitar kawah. Sedangkan strombolian merupakan tipe letusan gunung api berenergi rendah.
Baca juga: Gunung Semeru Meletus, Politikus Demokrat Pertanyakan Sistem Peringatan Dini
Ketika terjadi letusan eksplosif, biasanya akan diikuti oleh aliran awan panas yang mengalir ke lembah-lembah yang lebih rendah, sesuai arah bukaan kawah. Arah bukaan kawah Gunung Semeru kini mengarah ke tenggara atau ke hulu Besuk Kembar, Besuk Bang, dan Besuk Kobokan.
Menurut catatan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Gunung Semeru meletus pertama kali pada tahun 1818 atau sekitar dua abad lalu. Hingga Desember 2021 ini, aktivitas vulkanik Gunung Semeru masih terus terjadi.
Baca juga: Gunung Semeru Meletus, Politikus Demokrat Pertanyakan Sistem Peringatan Dini
Ketika terjadi letusan eksplosif, biasanya akan diikuti oleh aliran awan panas yang mengalir ke lembah-lembah yang lebih rendah, sesuai arah bukaan kawah. Arah bukaan kawah Gunung Semeru kini mengarah ke tenggara atau ke hulu Besuk Kembar, Besuk Bang, dan Besuk Kobokan.
Menurut catatan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Gunung Semeru meletus pertama kali pada tahun 1818 atau sekitar dua abad lalu. Hingga Desember 2021 ini, aktivitas vulkanik Gunung Semeru masih terus terjadi.
(muh)
Lihat Juga :