PVMBG: Aktivitas Vulkanik Gunung Semeru Tinggi, Setiap Hari Terjadi 79 Gempa Letusan
Kamis, 07 September 2023 - 07:54 WIB
loading...
PVMBG melaporkan aktivitas Gunung Semeru pada 2023 masih tinggi dengan rata-rata gempa letusan 79 kali per hari. Foto/MPI
A
A
A
JAKARTA - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan aktivitas Gunung Semeru pada 2023 masih tinggi. Bahkan, rata-rata gempa letusan 79 kali per hari.
Gunung Semeru secara administratif terletak dalam dua kabupaten, yaitu Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang, Jawa Timur. Tingkat aktivitas Gunung Semeru pada saat ini adalah Level III (Siaga) sejak 16 Desember 2021. “Aktivitas vulkanik Gunung Api Semeru pada 2023 masih tetap tinggi. Hal ini ditandai dengan aktivitas gempa letusan yang terjadi rata-rata 79 kali per hari,” ungkap PVMBG, Kamis (7/9/2023).
PVMBG melaporkan perkembangan terakhir aktivitas Gunung Semeru hingga 6 September 2023 pukul 12.00 WIB, dari pemantauan deformasi dengan menggunakan tujuh stasiun GPS menunjukkan adanya inflasi (peningkatan tekanan) pada tubuh Gunung Semeru dengan sumber tekanan berasal dari kedalaman 2,3 km.
Baca juga: 6 Fakta Gunung Semeru, Puncak Tertinggi di Jawa yang Jadi Tempat Kematian Soe Hok Gie
“Sementara itu pemantauan deformasi dengan menggunakan Tiltmeter menunjukkan hal yang sama dimulai sejak 15 Agustus 2023. Pemantauan kegempaan menunjukkan penurunan jumlah gempa letusan yang disertai dengan peningkatan gempa guguran, yang mengindikasikan adanya perubahan karakteristik erupsi dari erupsi eksplosif menjadi efusif,” ungkap PVMBG.
PVMBG melaporkan potensi bahaya dari meningkatnya tekanan dan perubahan karakteristik erupsi Gunung Semeru ini adalah terjadinya peningkatan gempa guguran yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran.
Baca juga: Hore! Gunung Semeru Status Siaga, Aktivitas Pendakian Bakal Dibuka
Gunung Semeru secara administratif terletak dalam dua kabupaten, yaitu Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang, Jawa Timur. Tingkat aktivitas Gunung Semeru pada saat ini adalah Level III (Siaga) sejak 16 Desember 2021. “Aktivitas vulkanik Gunung Api Semeru pada 2023 masih tetap tinggi. Hal ini ditandai dengan aktivitas gempa letusan yang terjadi rata-rata 79 kali per hari,” ungkap PVMBG, Kamis (7/9/2023).
PVMBG melaporkan perkembangan terakhir aktivitas Gunung Semeru hingga 6 September 2023 pukul 12.00 WIB, dari pemantauan deformasi dengan menggunakan tujuh stasiun GPS menunjukkan adanya inflasi (peningkatan tekanan) pada tubuh Gunung Semeru dengan sumber tekanan berasal dari kedalaman 2,3 km.
Baca juga: 6 Fakta Gunung Semeru, Puncak Tertinggi di Jawa yang Jadi Tempat Kematian Soe Hok Gie
“Sementara itu pemantauan deformasi dengan menggunakan Tiltmeter menunjukkan hal yang sama dimulai sejak 15 Agustus 2023. Pemantauan kegempaan menunjukkan penurunan jumlah gempa letusan yang disertai dengan peningkatan gempa guguran, yang mengindikasikan adanya perubahan karakteristik erupsi dari erupsi eksplosif menjadi efusif,” ungkap PVMBG.
PVMBG melaporkan potensi bahaya dari meningkatnya tekanan dan perubahan karakteristik erupsi Gunung Semeru ini adalah terjadinya peningkatan gempa guguran yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran.
Baca juga: Hore! Gunung Semeru Status Siaga, Aktivitas Pendakian Bakal Dibuka
Lihat Juga :