Defisit APBN Melebar, Modal Asing Mengalir

Rabu, 03 Juni 2020 - 05:13 WIB
Lalu, bagaimana dengan penerimaan pajak selama ini? Data publikasi terbaru dari Kemenkeu menyebutkan bahwa realisasi penerimaan pajak baru mencapai sekitar 30% dari target hingga akhir April lalu. Meliputi penerimaan dari PPh migas Rp15 triliun atau 34% dari target APBN. Menyusul pajak nonmigas tercatat Rp361,7 triliun atau 29,9% dari target APBN dan penerimaan dari kepabeanan dan cukai mencapai Rp57,7 triliun atau 27,7% dari target APBN. Realisasi penerimaan pajak yang melemah itu seiring dengan pelambatan perputaran roda perekonomian selama masa pandemi Covid-19. Hampir semua sektor usaha dibuat lumpuh menyusul pemberlakuan kebijakan pemerintah berupa pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Meski kondisi perekonomian berjalan terseok-seok sebagai dampak dari pandemi Covid-19, secercah berita menyejukkan berembus. Berita apa itu? Ternyata aliran masuk modal asing mulai berdenyut, Bank Indonesia (BI) membeberkan aliran masuk modal asing tercatat Rp2,87 triliun pada pekan pertama Mei dan terus meningkat pada minggu kedua yang mencapai sebesar Rp6,15 triliun melalui SBN. Sebaliknya, bank sentral mengakui aliran keluar modal asing masih terjadi di pasar saham.

Masuknya kembali modal asing dinilai Gubernur BI Perry Wajiyo sebagai pertanda mulai meredanya kepanikan global akibat pandemi Covid-19. Seiring kondisi global yang berangsur membaik itu, kita berharap kebijakan pemerintah yang mulai memberlakukan tatanan kehidupan normal baru alias new normal juga bisa mendorong kembali aktivitas perekonomian domestik, yang didukung sikap disiplin masyarakat dalam menaati protokol kesehatan yang benar.
(mpw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!