Wapres KH Ma’ruf Amin vs Dominasi Aktor Non Negara
Senin, 05 Juli 2021 - 11:35 WIB
Hanya saja, kerena beliau tidak memiliki kepentingan politik 2024, sehingga publikasi kinerja menurutnya tidak lebih penting dari pada kinerja itu sendiri. Sosok ke-ulama-an yang melekat pada diri Wapres, membuatnya terbiasa bekerja di dalam kesunyian, tidak membutuhkan publisitas tapi mengedepankan kepentingan ummat dan bangsa Indonesia.
Saya berpikir bahwa performa KH. Ma’ruf Amin saat ini membuat sejumlah aktor non negara merasa terusik dan terancam. Aktor non negara adalah korporasi dengan sistem ekonomi kapitalis yang selalu berusaha mendominasi sebuah negara. Bahkan saat ini ada anggapan bahwa dunia ini diatur oleh aktor tersebut. Hanya segelintir orang saja mengatur roda dunia ini, dan mereka itu berlindung dibalik korporasi.
Pikiran saya bukan tanpa alasan. Pasalnya jauh sebelum KH. Ma’ruf Amin jadi Wapres beliau telah berperan strategis dalam mendorong konsep ekonomi syariah. Dan menurut saya bahwa ekonomi syariah adalah antitesis dari ekonomi kapitalis yang saat ini mendominasi Indonesia bahkan dunia. Sehingga menjadi wajar bahwa saat ini Wapres Ma’ruf Amin sedang berjuang untuk mengikis dominasi aktor non negara di Indonesia.
Sangat sulit menemukan aktor negara/pembantu presiden yang berani berhadap-hadapan dengannya. Bahkan kecenderungannya, partai-partai politik memiliki hubungan gelap dengan aktor non negara untuk kepentingan politik dalam pemilu dan pilkada sebagai investor. Perjuangan KH. Ma’ruf Amin adalah untuk umat dan bangsa Indonesia dalam mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Ekonomi syariah dibangun di atas sistem ekonomi yang bersumber dari ajaran Islam, diyakini lebih membawa keadilan ekonomi. Ia dapat menjadi pilihan kelas menengah tersebut karena diyakini dapat menjawab kebutuhan berekspresi dalam berekonomi juga dapat menjawab sisi kebutuhan spiritualnya, Ma’ruf Amin (2017).
Upaya Wapres KH. Ma’ruf Amin untuk terus menggelindingkan dan memperbesar sektor ekonomi syariah di Indonesia tidaklah mudah. Namun, posisi Wapres yang saat ini sedang diembangnya menjadi momentum untuk memperkuat pijakan sektor ekonomi syariah. Baik dari sisi regulasi (undang-undang), fatwa terkait produk, jasa dan akad, infrastruktur lembaga keuangan dan bisnis syariah, pemenuhan sumber daya insani, dan masyarakat madani yang mengadvokasi akselerasi pertumbuhan ekonomi syariah.
Kendala permodalan dalam sektor ekonomi syariah, dapat diatasinya dengan mengintervensilangsung dan memperbesar porsi BUMN untuk diubah dengan sistem syariah. Sukuk yang dikeluarkan oleh negara dijadikan alternatif sumber pembiayaan pembangunan dan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat bahwa negara mau menjamin dan serius menggarap sektor ekonomi syariah.
Apalagi, sukuk negara di Indonesia saat ini menjadi yang terbesar di dunia. Pemerintah sedang menunjukkan kesungguhan dan keberpihakannya terhadap sektor keuangan dan bisnis syariah, maka akan dapat mengikis kendala kepercayaan yang selama ini masih menjadi hambatan dalam mengakselerasi tumbuh-kembangnya ekonomi syariah.
Saya berpikir bahwa performa KH. Ma’ruf Amin saat ini membuat sejumlah aktor non negara merasa terusik dan terancam. Aktor non negara adalah korporasi dengan sistem ekonomi kapitalis yang selalu berusaha mendominasi sebuah negara. Bahkan saat ini ada anggapan bahwa dunia ini diatur oleh aktor tersebut. Hanya segelintir orang saja mengatur roda dunia ini, dan mereka itu berlindung dibalik korporasi.
Pikiran saya bukan tanpa alasan. Pasalnya jauh sebelum KH. Ma’ruf Amin jadi Wapres beliau telah berperan strategis dalam mendorong konsep ekonomi syariah. Dan menurut saya bahwa ekonomi syariah adalah antitesis dari ekonomi kapitalis yang saat ini mendominasi Indonesia bahkan dunia. Sehingga menjadi wajar bahwa saat ini Wapres Ma’ruf Amin sedang berjuang untuk mengikis dominasi aktor non negara di Indonesia.
Sangat sulit menemukan aktor negara/pembantu presiden yang berani berhadap-hadapan dengannya. Bahkan kecenderungannya, partai-partai politik memiliki hubungan gelap dengan aktor non negara untuk kepentingan politik dalam pemilu dan pilkada sebagai investor. Perjuangan KH. Ma’ruf Amin adalah untuk umat dan bangsa Indonesia dalam mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Ekonomi syariah dibangun di atas sistem ekonomi yang bersumber dari ajaran Islam, diyakini lebih membawa keadilan ekonomi. Ia dapat menjadi pilihan kelas menengah tersebut karena diyakini dapat menjawab kebutuhan berekspresi dalam berekonomi juga dapat menjawab sisi kebutuhan spiritualnya, Ma’ruf Amin (2017).
Upaya Wapres KH. Ma’ruf Amin untuk terus menggelindingkan dan memperbesar sektor ekonomi syariah di Indonesia tidaklah mudah. Namun, posisi Wapres yang saat ini sedang diembangnya menjadi momentum untuk memperkuat pijakan sektor ekonomi syariah. Baik dari sisi regulasi (undang-undang), fatwa terkait produk, jasa dan akad, infrastruktur lembaga keuangan dan bisnis syariah, pemenuhan sumber daya insani, dan masyarakat madani yang mengadvokasi akselerasi pertumbuhan ekonomi syariah.
Kendala permodalan dalam sektor ekonomi syariah, dapat diatasinya dengan mengintervensilangsung dan memperbesar porsi BUMN untuk diubah dengan sistem syariah. Sukuk yang dikeluarkan oleh negara dijadikan alternatif sumber pembiayaan pembangunan dan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat bahwa negara mau menjamin dan serius menggarap sektor ekonomi syariah.
Apalagi, sukuk negara di Indonesia saat ini menjadi yang terbesar di dunia. Pemerintah sedang menunjukkan kesungguhan dan keberpihakannya terhadap sektor keuangan dan bisnis syariah, maka akan dapat mengikis kendala kepercayaan yang selama ini masih menjadi hambatan dalam mengakselerasi tumbuh-kembangnya ekonomi syariah.
Lihat Juga :