Kampus Benteng Pancasila
Senin, 31 Mei 2021 - 05:39 WIB
Tata Kelola Kampus Pancasila
Dalam bidang tata kelola kampus berbasis benteng Pancasila maka perlu didorong lahirnya kepemimpinan kampus yang demokratis, akuntabel dan berintegritas. Karena dalam mewujudkan atmosfir Pancasila dalam setiap denyut nadi kegiatan kampus, sudah barangpasti kepemipinan kampus mulai Rektor hingga Kaprodi sangat menentukan maju mundurnya kampus dalam kompetisi global.
Saat ini kebutuhan kampus memang diharapkan berprestasi dan bereputasi internasional dengan karya-karya akademik yang dipublikasikan secara global berbasis pengindeks bereputasi internasional, terakreditas unggul, terakreditasi dari lembaga-lembaga akreditasi internasional, sehingga kampus-kampus Indonesia dapat masuk rumpun kampus bergengsi di dunia, namun di balik target-target internasionalisasi tersebut, agar tidak lupa membumikan prinsip-prinsip pencapainnya berbasis nilai-nilai filosofis Pancasila.
Dapat dimulai dengan suksesi kepepimpinan kampus mulai pejabat kampus pemilihan Rektor, Dekan hingga Kaprodi berdasar musyawarah-mufakat, sehingga kampus terhindar dari intrik-intrik politik tak sehat dalam persaingan meraih jabatan-jabatan politik strategis di kampus. Kemudian dalam merencanakan program, target, pencapaian dan kinerja kampus perlu melibatkan semau penghuni rumah besar kampus dengan prinsip musyarawah, bergotong royong dan berdikari sebagai manifestasi nilai-nilai luhur Pancasila.
Kampus Merakyat
Selain itu perlu menumbuhkan spirit, bahwa kampus sebagai pusat perubahan dan kampus yang merakyat, sehingga kampus mampu berpihak dan melayani kepada mahasiswa tanpa diskriminasi: kaya maupun miskin, sebagai manifestasi prinsip keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia agar dapat memperoleh akses pengajaran dan pendidikan yang layak dan berkualitas. Karena dalam prinsip hak asasi manusia (HAM) hanya dengan mendapatkan pendidikan yang layak-lah setiap warga negara akan dapat memperoleh penghidupan yang layak dan mampu mewujudkan hak sosial, politik dan ekonomi.
Oleh karena itu, pelaksanaan gagagan kampus benteng Pancasila tidak mungkin terwujud tanpa lingkungan belajar di kampus yang efektif dan saling mendukung serta bergotong royong dalam mewujudkannya mulai dari pimpinan perguraun tinggi, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, pengguna dan pemerintah.@
Dalam bidang tata kelola kampus berbasis benteng Pancasila maka perlu didorong lahirnya kepemimpinan kampus yang demokratis, akuntabel dan berintegritas. Karena dalam mewujudkan atmosfir Pancasila dalam setiap denyut nadi kegiatan kampus, sudah barangpasti kepemipinan kampus mulai Rektor hingga Kaprodi sangat menentukan maju mundurnya kampus dalam kompetisi global.
Saat ini kebutuhan kampus memang diharapkan berprestasi dan bereputasi internasional dengan karya-karya akademik yang dipublikasikan secara global berbasis pengindeks bereputasi internasional, terakreditas unggul, terakreditasi dari lembaga-lembaga akreditasi internasional, sehingga kampus-kampus Indonesia dapat masuk rumpun kampus bergengsi di dunia, namun di balik target-target internasionalisasi tersebut, agar tidak lupa membumikan prinsip-prinsip pencapainnya berbasis nilai-nilai filosofis Pancasila.
Dapat dimulai dengan suksesi kepepimpinan kampus mulai pejabat kampus pemilihan Rektor, Dekan hingga Kaprodi berdasar musyawarah-mufakat, sehingga kampus terhindar dari intrik-intrik politik tak sehat dalam persaingan meraih jabatan-jabatan politik strategis di kampus. Kemudian dalam merencanakan program, target, pencapaian dan kinerja kampus perlu melibatkan semau penghuni rumah besar kampus dengan prinsip musyarawah, bergotong royong dan berdikari sebagai manifestasi nilai-nilai luhur Pancasila.
Kampus Merakyat
Selain itu perlu menumbuhkan spirit, bahwa kampus sebagai pusat perubahan dan kampus yang merakyat, sehingga kampus mampu berpihak dan melayani kepada mahasiswa tanpa diskriminasi: kaya maupun miskin, sebagai manifestasi prinsip keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia agar dapat memperoleh akses pengajaran dan pendidikan yang layak dan berkualitas. Karena dalam prinsip hak asasi manusia (HAM) hanya dengan mendapatkan pendidikan yang layak-lah setiap warga negara akan dapat memperoleh penghidupan yang layak dan mampu mewujudkan hak sosial, politik dan ekonomi.
Oleh karena itu, pelaksanaan gagagan kampus benteng Pancasila tidak mungkin terwujud tanpa lingkungan belajar di kampus yang efektif dan saling mendukung serta bergotong royong dalam mewujudkannya mulai dari pimpinan perguraun tinggi, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, pengguna dan pemerintah.@
(war)
Lihat Juga :