Pancasila dan Islam Sejalan, Gus AMI : Harus Kembali Jadi Muatan Wajib di Sekolah

Selasa, 01 Juni 2021 - 09:56 WIB
loading...
Pancasila dan Islam...
Wakil Ketua DPR RI Abdul Muhaimin Iskandar (Gus AMI) IST
A A A
JAKARTA – Wakil Ketua DPR Abdul Muhaimin Iskandar (Gus AMI) mendesak pemerintah memastikan Pancasila menjadi pelajaran wajib di sekolah dan kampus di tanah air. Sebagai dasar negara Pancasila saat ini menghadapi tantangan berat berupa kian menurunnya penghayatan dan pengamalan dari anak bangsa.

“Penghayatan dan pengamalan Pancasila sebagai dasar negara harus diakui kian hari kian menurun. Maka sudah seharusnya Pancasila harus kembali menjadi pelajaran wajib di sekolah maupun kampus di tanah air,” ujar Gus AMI, Selasa (1/6/2021). (Baca Juga:Hari Lahir Pancasila, Jokowi: Perkokoh Nilai Pancasila dalam Bernegara)

Gus AMI mengatakan pasca orde baru ada semaca trauma bagi bangsa ini untuk melanjutkan berbagai kebijakan yang sebenarnya sudah baik di masa lalu. Seperti upaya pribumisasi Pancasila melalui program Pendoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4) atau kewajiban bagi setiap peserta didik untuk menempuh Pelajaran Moral Pancasila (PMP). “Akibatnya setelah hampir lebih dari 20 tahun masa reformasi banyak anak muda yang asing dengan Pancasila, sementara yang usia dewasa perlahan-lahan melupakannya,” ujarnya. (Baca Juga :Hari Lahir Pancasila, Pemuda Perindo Ajak Masyarakat Jaga Persatuan dan Toleransi)

Ketua Umum PB PMII Periode 1994-1997 ini menilai wajar saja ada trauma bagi bangsa ini untuk melanjutkan kebijakan di masa orde baru termasuk pribumisasi Pancasila. Menurutnya pada saat itu Pancasila dijadikan sebagai alat propaganda untuk melanggengkan dominasi rezim penguasa. “Siapa saja yang bersuara kritis terhadap rezim penguasa dicap tidak Pancasialis dan dianggap melawan negara. Jadi wajar pasca-orde baru banyak kalangan yang trauma mendengar terminologi Pancasila. Padahal Pancasila adalah dasar negara,” katanya.

Rasa trauma itu, lanjut Gus AMI diekspresikan dalam banyak hal. Mulai dari pembubaran Badan Pembinaan Pendidikan Pelaksanaan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (BP7), menghapus penataran P4, hingga tidak ada lagi pelajaran wajib PMP di bangku sekolah. Padahal di satu sisi Pancasila tetap dibutuhkan sebagai mercusuar atau alat pandu dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. “Apalagi dewasa ini banyak sekali ideologi ekstrim baik dari kanan maupun kiri yang mencoba mempengaruhi banyak anak bangsa melalui berbagai platform media sosial. Situasi ini harus diimbangi dengan upaya mengenalkan kembali nilai-nilai Pancasila kepada anak bangsa terutama para generasi milenial,” katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Peringatan Hari Pancasila,...
Peringatan Hari Pancasila, Momen Tinggalkan Politik Identitas
Kelahiran Pancasila...
Kelahiran Pancasila sebagai Falsafah Negara, Dalam Membentuk Kepribadian Bangsa dan Rakyat Indonesia
Refly Harun Bakal Kembalikan...
Refly Harun Bakal Kembalikan Hari Pancasila ke 18 Agustus bila Jadi Presiden
Menolak Lupa Pancasila,...
Menolak Lupa Pancasila, Saksikan Selengkapnya di iNews Siang Selasa Pukul 11.00 WIB
Kampus Benteng Pancasila
Kampus Benteng Pancasila
Mengenal Sejarah Hari...
Mengenal Sejarah Hari Lahir Pancasila yang Diperingati Setiap 1 Juni
Peringati Hari Lahir...
Peringati Hari Lahir Pancasila, Kodim Jakut Gandeng Sekolah Binaan BPIP
Peringati Hari Lahir...
Peringati Hari Lahir Pancasila, Unilever Indonesia Perkuat Komitmen Kesetaraan
Rekomendasi
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Ratusan Kepsek di Sulsel...
Ratusan Kepsek di Sulsel Mundur Buntut Temuan BPK Terkait Dana BOS, DPR Dorong Evaluasi
Militerisasi Jepang...
Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radio Aktif
Berita Terkini
Prabowo Panggil Purbaya...
Prabowo Panggil Purbaya hingga Bahlil ke Kertanegara, Ini yang Dibahas
PBNU Gelar Munas dan...
PBNU Gelar Munas dan Konbes di Ploso Kediri pada 20-23 Juni 2026, Presiden Prabowo Diundang
PKB Jabar Fest, Gus...
PKB Jabar Fest, Gus Muhaimin: Kita Tak Butuh Pemimpin Pencitraan
Denny JA Sebut Algoritma...
Denny JA Sebut Algoritma Lahirkan Kelas Baru Pekerja Digital yang Rentan
Sikapi Gejolak Ekonomi,...
Sikapi Gejolak Ekonomi, Partai Perindo Sodorkan Risalah Kebijakan untuk BI dan Pemerintah
Noel Divonis 4,5 Tahun...
Noel Divonis 4,5 Tahun Penjara, KPK Tidak Ajukan Banding
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved