Relaksasi PPnBM Pendorong Pertumbuhan?

Selasa, 16 Maret 2021 - 05:58 WIB
Prof Candra Fajri Ananda, Ph.D (Foto: Istimewa)
Prof Candra Fajri Ananda, Ph.D

Staf Khusus Menteri Keuangan RI



DUNIA masih terus bergelut dengan krisis multidimensi akibat pandemi Covid-19 yang datang begitu cepat dan menguak kerapuhan setiap negara di berbagai bidang, tak terkecuali Indonesia. Ekonomi Indonesia sepanjang 2020 mengalami tekanan besar akibat pandemi Covid-19. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, ekonomi Indonesia mengalami kontraksi sebesar minus 2,07%. Selain itu, data BPS juga menunjukkan bahwa dari 17 sektor lapangan usaha terdapat tujuh sektor yang masih tumbuh positif, meskipun sebagian besar pertumbuhannya melambat.

Sektor yang masih mengalami pertumbuhan positif antara lain pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 1,75%, jasa keuangan dan asuransi 3,25%, informasi dan komunikasi 10,58%, jasa pendidikan 2,63%, real estat 2,32%, jasa kesehatan dan kegiatan sosial 11,60%, dan pengadaan air 4,94%. Khusus untuk sektor informasi dan komunikasi tumbuh lebih kuat dari 2019 sebesar 9,42% menjadi 10,58%. Demikian juga dengan sektor kesehatan dan kegiatan sosial yang meningkat dari 8,69% menjadi 11,60%. Praktis pada 2020 hanya terdapat dua sektor yang mengalami pertumbuhan lebih tinggi dari tahun sebelumnya yaitu sektor informasi dan komunikasi, serta jasa kesehatan dan kegiatan sosial. Meskipun pada 2020 pertumbuhan ekonomi Indonesia masih mengalami kontraksi, capaian Indonesia ini masih lebih baik dari banyak negara lain seperti Prancis, Italia, Filipina yang seluruhnya mengalami kontraksi di atas 8%, Amerika Serikat (-3,5%), Arab Saudi (-4,1%), Jepang (- 4,7%), Jerman (-5%).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!