Eijkman Khawatirkan Mutasi B117 Bisa Menurunkan Sensitifitas Diagnostik PCR
Jum'at, 12 Maret 2021 - 14:46 WIB
Kepala LBM Eijkman, Amin Soebandrio menyebutkan bahwa mutasi B117 dari virus COVID-19 yang berasal dari Inggris bisa menurunkan sensitifitas diagnostik PCR. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Kepala Lembaga Biologi Molekuler ( LBM) Eijkman , Amin Soebandrio menyebutkan bahwa mutasi B117 dari virus COVID-19 yang berasal dari Inggris bisa menurunkan sensitifitas diagnostik polymerase chain reaction (PCR).
“Tentu ada sifat-sifat lain karena ada perubahan di dalam gennya maka dikhawatirkan diagnosis molekuler yaitu PCR itu juga akan terganggu. Jadi kan menurun sensitifitasnya,” ungkap Amin dalam dialog Pemantauan Genomik Varian Baru SARS-Cov2 di Indonesia secara virtual, Jumat (12/3/2021). Baca juga: Kasus Virus B117 Bertambah, Menkes: 4 Lagi yang Terkonfirmasi
Sehingga, kata Amin, PCR bisa terjadi false negatif. Meskipun, katanya masih belum perlu untuk mengubah alat PCR yang sudah ada. “Itu jadi yang kita khawatirkan dengan PCR tidak terdeteksi, jadi negatif. Tapi itu masih belum dianggap perlu untuk mengubah PCR nya,” katanya.
Namun demikian, Amin mengatakan bahwa dari sekian banyak mutasi B117 ini, hanya 4% yang menyebabkan virus itu lebih berbahaya. “Dari sekian banyak mutasi sebetulnya hanya 4% yang menyebabkan virus itu menjadi lebih berbahaya. Artinya menyebabkan perubahan yang signifikan.”
“Tentu ada sifat-sifat lain karena ada perubahan di dalam gennya maka dikhawatirkan diagnosis molekuler yaitu PCR itu juga akan terganggu. Jadi kan menurun sensitifitasnya,” ungkap Amin dalam dialog Pemantauan Genomik Varian Baru SARS-Cov2 di Indonesia secara virtual, Jumat (12/3/2021). Baca juga: Kasus Virus B117 Bertambah, Menkes: 4 Lagi yang Terkonfirmasi
Sehingga, kata Amin, PCR bisa terjadi false negatif. Meskipun, katanya masih belum perlu untuk mengubah alat PCR yang sudah ada. “Itu jadi yang kita khawatirkan dengan PCR tidak terdeteksi, jadi negatif. Tapi itu masih belum dianggap perlu untuk mengubah PCR nya,” katanya.
Namun demikian, Amin mengatakan bahwa dari sekian banyak mutasi B117 ini, hanya 4% yang menyebabkan virus itu lebih berbahaya. “Dari sekian banyak mutasi sebetulnya hanya 4% yang menyebabkan virus itu menjadi lebih berbahaya. Artinya menyebabkan perubahan yang signifikan.”
Lihat Juga :