Menag Disarankan Buat Beberapa Skenario Haji 2021, Termasuk Acuan Biayanya

Kamis, 21 Januari 2021 - 08:15 WIB
Kedua, lanjut dia, haji diselenggrakan secara terbatas dengan kuota terbatas dengan asumsi pandemi cukup terkendali. Dari aspek ini penguatan terhadap pelaksanaan protokol kesehatan secara ketat, baik selama di Tanah Air, di Tanah Suci sampai kembali lagi ke kampung halaman. "Tentu saja anggaran sektor kesehatan dan petugas medis harus menjadi perhatian khusus," katanya.

Baca juga: Pemberangkatan Haji 2021 Bergantung pada Keberhasilan Penanganan Covid-19

Ketiga, haji ditunda seperti tahun sebelumnya. Jika ini terjadi, maka Kemenag harus bisa mampu menjelaskan dan menerangkan kepada publik dengan bahasa yang sederhana, sehingga tidak menimbulkan kegaduhan.

Bagi praktisi hukum ini, skenario tersebut akan memudahkan Kemenag dengan DPR menyiapkan berbagai rencana, bukan saja aspek keuangan, tetapi rekrutmen petugas, penginapan, katering, angkutan udara, transportasi darat dan sebagainya. Penyelenggara haji swasta (PIHK) juga bisa mengikuti skenario tersebut. Semua bertujuan agar jamaah haji sehat, aman, dan nyaman beribadah.

"Sebagai catatan, Menag harus menjalankan pesan Wakil Presiden beberapa waktu lalu agar subsidi biaya penyelenggaraan ibadah haji mulai dikurangi secara bertahap. Menjaga keuangan haji tetap sehat dan seimbang," katanya.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!