Pelonggaran Aktivitas Masyarakat Harus Berdasarkan Indikator Jelas

Rabu, 13 Mei 2020 - 10:02 WIB
Membuka keran aktivitas masyarakat akan berdampak pada transportasi umum yang penuh kembali. Hal tersebut dikhawatirkan memperlama usaha bangsa ini untuk lepas dari jeratan pandemi COVID-19.

Putri Politikus Senior Golkar Fahmi Idris itu meminta pelonggaran aktivitas harus berdasarkan indikator yang jelas. Indonesia bisa mencontoh beberapa negara, seperti Vietnam yang membuka secara perlahan setelah tidak ada kasus selama enam hari berturut-turut.

Selandia Baru dan Taiwan membuka sejumlah kegiatan bisnis, pendidikan, dan kesehatan setelah lockdown. “Walau sudah ada penurunan kasus, pelonggaran dilakukan secara hati-hati. Kekhawatiran datangnya gelombang kedua mulai terhadi di negara-negara yang membuka perekonomiannya,” tuturnya.

Beberapa kasus dan klaster baru ditemukan di China, Korea Selatan, dan Jerman usai pelonggaran. Fahira meminta Gugus Tugas Percepatan Penangganan COVID-19 meninjau kembali rencana mengizinkan orang berusia 45 tahun ke bawah untuk bekerja. (Baca juga: Asal Penuhi Syarat Ini, PNS Bisa Lakukan Perjalanan Dinas )

“Insya Allah bulan-bulan ke depan kasus positif akan turun drastis dan berbagai pelonggaran bisa mulai dilakukan. Namun, tentunya bukan sekarang,” pungkasnya.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!