Revolusi Akhlak yang Digaungkan Habib Rizieq Dinilai Lebih ke Arah Politis

Senin, 16 November 2020 - 11:20 WIB
Habib Rizieq menjelaskan, revolusi akhlak merupakan cerminan dari tindakan Nabi Muhammad SAW. Revolusi jenis ini menawarkan dialog, perdamaian, dan rekonsiliasi kepada musuh. Perang adalah pilihan terakhir apabila tidak menemui titik temu. "Kalau mereka mau bicara revolusi berdasarkan ajaran nabi, ajaran Islam, Alquran dan sunnah, enggak boleh menutup pintu dialog, menutup pintu perdamaian, menutup pintu rekonsiliasi," ujar Habib Rizieq saat berceramah di acara Maulid Nabi Muhammad SAW sebagaimana dikutip dari Front TV, Minggu (15/11/2020). (Baca juga: Habib Rizieq Shihab Tegaskan Rekonsiliasi Bukan Berarti Lembek )

Habib Rizieq bercerita, pada saat itu Nabi Muhammad SAW beserta para sahabat ingin berperang. Namun Rasulullah menawarkan dialog terlebih dahulu kepada musuhnya untuk memeluk agama Islam. Jika musuh menyetujui, pertumpahan darah tidak perlu terjadi. Inilah cerminan akhlak Rasulullah. (Baca juga: Habib Rizieq Shihab Singgung Omnibus Law, Ini Bikin UU Atau Kuitansi Warung Kop i)

"Jangankan revolusi, perang aja Nabi enggak pernah melupakan akhlak, lihat perang Nabi, Nabi mengajarkan para sahabat manakala dua pasukan sudah bertemu di medan tempur, antara pasukan Islam dan kafir, maka panglima pasukan Islam wajib menawarkan Islam terlebih dahulu kepada para musuh. Kalau mereka terima, cukup enggak boleh lanjut perang. Jadi Nabi dalam tiap medan tempur menawarkan dulu kenapa kita musti perang, kenapa kita tidak sama-sama beriman kepada Allah, kenapa kita tidak menjaga perdamaian, ini ajaran Nabi, saudara," tambahnya. (Baca juga: Menebak Peran Habib Rizieq Shihab di Dunia Politik ).
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!