Pengurus Daerah PPP Kembali Pertanyakan Peran yang Taj Yasin Lakukan untuk Partai
Kamis, 23 April 2026 - 16:28 WIB
"Pada kenyataannya Sekjen tidak pernah terlihat dan hadir. Bahkan, menginjakkan kantor DPP pun belum pernah. Jadi menurut saya sangat tidak profesional," tegas Yasman Yasir.
Dia menyarankan agar Sekjen bersikap legawa apabila merasa tidak mampu menjalankan tugasnya secara maksimal. "Kalau memang tidak sanggup menjadi Sekjen, silakan legowo untuk mengurus warga Jateng saja dan cukup menjadi Wagub," katanya.
Menurutnya, pandangan tersebut bukan hanya berasal dari dirinya, melainkan juga menjadi kesepakatan banyak pengurus di daerah. Dia mengatakan, ketua dan sekretaris wilayah se-Indonesia telah meminta Ketua Umum Muhamad Mardiono untuk segera mengganti posisi Sekjen. "Kami di daerah sepakat meminta kepada Ketua Umum untuk mengganti Sekjen dengan sosok yang lebih mampu."
Dia juga mempertanyakan kontribusi nyata Sekjen terhadap struktur partai di daerah, yang menurutnya selama ini tetap berjalan aktif melalui berbagai agenda konsolidasi. "Jadi pertanyaannya, DPW mana yang diurusi oleh Sekjen? Sedangkan kami seluruh DPW se-Indonesia sudah menjalankan roda organisasi dengan pelaksanaan Muswil-Muscab. Apa yang sudah dijalankan Sekjen? Tidak ada," pungkasnya.
Pernyataan ini sekaligus menjadi penegasan bahwa dinamika yang berkembang tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi riil di internal PPP, khususnya di tingkat daerah yang tetap bergerak menjalankan roda organisasi.
Dia menyarankan agar Sekjen bersikap legawa apabila merasa tidak mampu menjalankan tugasnya secara maksimal. "Kalau memang tidak sanggup menjadi Sekjen, silakan legowo untuk mengurus warga Jateng saja dan cukup menjadi Wagub," katanya.
Menurutnya, pandangan tersebut bukan hanya berasal dari dirinya, melainkan juga menjadi kesepakatan banyak pengurus di daerah. Dia mengatakan, ketua dan sekretaris wilayah se-Indonesia telah meminta Ketua Umum Muhamad Mardiono untuk segera mengganti posisi Sekjen. "Kami di daerah sepakat meminta kepada Ketua Umum untuk mengganti Sekjen dengan sosok yang lebih mampu."
Dia juga mempertanyakan kontribusi nyata Sekjen terhadap struktur partai di daerah, yang menurutnya selama ini tetap berjalan aktif melalui berbagai agenda konsolidasi. "Jadi pertanyaannya, DPW mana yang diurusi oleh Sekjen? Sedangkan kami seluruh DPW se-Indonesia sudah menjalankan roda organisasi dengan pelaksanaan Muswil-Muscab. Apa yang sudah dijalankan Sekjen? Tidak ada," pungkasnya.
Pernyataan ini sekaligus menjadi penegasan bahwa dinamika yang berkembang tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi riil di internal PPP, khususnya di tingkat daerah yang tetap bergerak menjalankan roda organisasi.
Lihat Juga :