Jelang Kongres IX di Banten, Ketum PB SEMMI Tegaskan Tak Ada Lagi Dualisme Organisasi

Selasa, 21 Juli 2026 - 00:56 WIB
Semangat rekonsiliasi tersebut menjadi landasan utama tema Kongres IX SEMMI, yakni "SEMMI Satu, Wujudkan Astacita". Menurut Bintang, tema itu bukan sekadar slogan, melainkan penegasan arah perjuangan organisasi. Frasa "SEMMI Satu" mencerminkan keberhasilan seluruh elemen kembali berada dalam satu rumah perjuangan, sedangkan "Wujudkan Astacita" menunjukkan kesiapan SEMMI untuk berkontribusi terhadap agenda pembangunan nasional dengan tetap menjaga independensi serta perannya sebagai mitra kritis pemerintah.

“Inilah makna ‘SEMMI Satu, Wujudkan Astacita’. Kita menyatukan organisasi, memperkuat kaderisasi, dan memastikan SEMMI hadir memberikan kontribusi nyata bagi umat, bangsa, dan negara. Kandidat boleh berbeda, tetapi setelah kongres seluruh kader harus kembali berada dalam satu barisan,” tegas Bintang.

Ia berharap Kongres IX menjadi kongres persatuan yang mampu menutup lembaran perpecahan sekaligus membuka babak baru regenerasi organisasi. Menurutnya, kongres bukan sekadar forum untuk memilih Ketua Umum PB SEMMI periode 2026–2029, tetapi juga momentum menyatukan gagasan, merumuskan arah perjuangan, dan memperkuat kembali persaudaraan seluruh kader SEMMI di Indonesia.

Karena itu, seluruh kandidat, Pengurus Wilayah, Pengurus Cabang, serta peserta kongres diharapkan menjaga ketertiban dan mengedepankan musyawarah. Kompetisi harus berlangsung melalui adu gagasan, rekam jejak, dan kapasitas kepemimpinan, bukan melalui tindakan yang berpotensi memecah persatuan organisasi.

Bintang juga menegaskan bahwa siapa pun yang terpilih nantinya harus menjadi Ketua Umum bagi seluruh kader SEMMI, bukan hanya bagi kelompok pendukungnya. Setelah kongres berakhir, tidak boleh lagi ada kubu-kubuan. Seluruh kader harus kembali bekerja dalam satu komando dan satu arah perjuangan.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!