Fakta-fakta tentang Kusni Kasdut, Perampok Kawakan yang Pernah Jadi Pejuang Kemerdekaan

Jum'at, 14 Juli 2023 - 08:12 WIB
Namun, hal lain terungkap pada buku berjudul ‘Kusni Kasdut’ karya Parakitri. Bukan berasal dari Blitar atau Malang, Kusni lahir di Kabupaten Tulungagung, tepatnya Desa Bayan Patikrejo. Sayang, publik terlanjur mengenalinya berasal dari Blitar.

2. Pernah Merampok Museum Nasional Jakarta

Pada salah satu aksinya, Kusni Kasdut bersama timnya pernah menjadi perhatian publik setelah nekat merampok Museum Nasional Jakarta. Peristiwa itu terjadi sekitar tahun 1963.

Tak hanya membuat publik tersentak, setelahnya Kusni juga langsung menjadi penjahat paling dicari di Indonesia. Selain perampokan Museum Nasional, namanya juga pernah terlibat penculikan seorang dokter di Surabaya. Saat itu, dia meminta tebusan kepada keluarga dokter tersebut untuk membebaskannya.

3. Licin Ditangkap dan Sering Kabur

Menjadi penjahat paling dicari, Kusni dikenal sangat licin dan bernyali ketika hendak ditangkap. Bahkan, ketika akan disergap di Semarang, dia sempat melawan dan menyebabkan salah seorang petugas tertembak.

Pada akhirnya, Kusni Kasdut memang sering tertangkap. Namun, dia juga berkali-kali kabur dari jeruji yang membelenggunya. Sejumlah penjara seperti Kalisosok Surabaya, Cipinang Jakarta, dan lainnya pernah diterobosnya.

4. Divonis Mati

Kusni mendapat vonis hukuman mati pada 1969. Dia sempat mengajukan grasi, namun ditolak oleh Presiden Soeharto. Sebelum dilakukan eksekusi, dia kerap berhasil kabur.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!