Haji Inklusif
Kamis, 08 Juni 2023 - 11:59 WIB
Dalam perjalanan terbang dari bandara Cengkareng Jakarta, kita saksikan pulau-pulau warna hijau dengan pepohonan yang pelan-pelan ditinggalkan. Pesawat naik menyeberangi ke udara diatas mendung-mendung dan dibawahnya lautan luas.
Kami berbincang-bincang tentang tugas, evaluasi dan monitor pelayanan. Setelah tujuh jam tidur dan bangun akhirnya kami melihat gurun pasir, berganti-ganti bentuk dengan lengkungan atau menghampar, kadangkala menggunung.
Pak Arsyad membicarakan kompleksnya ibadah haji dan urusan-urusan birokrasi, administrasi, dan umat. Semantara itu, Pak Jaja membicarakan teknis pelayanan, suka serta duka. Kami para petugas bertekad akan memahami proses ini, bekerja sama dan menolong sebanyak mungkin yang kami mampu.
Tema haji yang tepat tahun 2023 di Kemenag adalah haji inklusif. Tidak berlebihan dan tepat. Sebanyak 30% dari jemaah haji, 67.199 adalah jemaah lansia dari total jemaah yang ada 221.000.
Kami petugas monitoring kurang lebih 40 orang sudah membagi wilayah kerja berdasarkan bandara pemberangkatan jamaah dari Indonesia. Tiga gelombang berangkat, tanggal 7 juni, 8 dan 16. Masing-masing sudah siap untuk memberi catatan sesuai dengan yang ditemui di lapangan. Haji inklusif memang tantangan tersendiri, baik jamaah maupun petugasnya.
Di bandara King Abdul Aziz kami disambut panitia lokal Jeddah dari KBRI. Setelah makan malam istirahat, dan disambung dengan tawaf ke Makkah.
Haji inklusif memang tepat. Karena komposisi jemaah yang lansia 30%, pelaksanaan dan layanan harus dengan semangat memberikan hak-hak lansia dan disabilitas. Fasilitas kruk, kursi roda, dan semangat menjalankan hak layanan lansia. Terlepas dari bagaimana mengemban amanah ini, kita berharap sukses dan berkah.
Keberanian langkah dan tema inklusif ini merupakan prestasi tersendiri. Dalam satu mobil berbincang-bincang dengan Menteri Agama H Yaqut Cholil Qoumas antara Yogyakarta dan Magelang saat perayaan Waisak 5 Juni, beliau menekankan bahwa dari segi tema saja sudah mengandung makna ideologi kesetaraan, kemanusiaan, dan pelayanan.
Kami berbincang-bincang tentang tugas, evaluasi dan monitor pelayanan. Setelah tujuh jam tidur dan bangun akhirnya kami melihat gurun pasir, berganti-ganti bentuk dengan lengkungan atau menghampar, kadangkala menggunung.
Pak Arsyad membicarakan kompleksnya ibadah haji dan urusan-urusan birokrasi, administrasi, dan umat. Semantara itu, Pak Jaja membicarakan teknis pelayanan, suka serta duka. Kami para petugas bertekad akan memahami proses ini, bekerja sama dan menolong sebanyak mungkin yang kami mampu.
Tema haji yang tepat tahun 2023 di Kemenag adalah haji inklusif. Tidak berlebihan dan tepat. Sebanyak 30% dari jemaah haji, 67.199 adalah jemaah lansia dari total jemaah yang ada 221.000.
Kami petugas monitoring kurang lebih 40 orang sudah membagi wilayah kerja berdasarkan bandara pemberangkatan jamaah dari Indonesia. Tiga gelombang berangkat, tanggal 7 juni, 8 dan 16. Masing-masing sudah siap untuk memberi catatan sesuai dengan yang ditemui di lapangan. Haji inklusif memang tantangan tersendiri, baik jamaah maupun petugasnya.
Di bandara King Abdul Aziz kami disambut panitia lokal Jeddah dari KBRI. Setelah makan malam istirahat, dan disambung dengan tawaf ke Makkah.
Haji inklusif memang tepat. Karena komposisi jemaah yang lansia 30%, pelaksanaan dan layanan harus dengan semangat memberikan hak-hak lansia dan disabilitas. Fasilitas kruk, kursi roda, dan semangat menjalankan hak layanan lansia. Terlepas dari bagaimana mengemban amanah ini, kita berharap sukses dan berkah.
Keberanian langkah dan tema inklusif ini merupakan prestasi tersendiri. Dalam satu mobil berbincang-bincang dengan Menteri Agama H Yaqut Cholil Qoumas antara Yogyakarta dan Magelang saat perayaan Waisak 5 Juni, beliau menekankan bahwa dari segi tema saja sudah mengandung makna ideologi kesetaraan, kemanusiaan, dan pelayanan.
Lihat Juga :