Kapolri Baru, Harapan Baru

Sabtu, 18 April 2015 - 10:21 WIB
Kapolri Baru, Harapan Baru
Kapolri Baru, Harapan Baru
A A A
Edi Saputra Hasibuan
Anggota Komisi Polisi Nasional (Kompolnas)

Komjen Pol Badrodin Haiti sudah dilantik sebagai Kapolri. Sebagaimana kapolri baru, harapan masyarakat tentu tertumpu kepadanya agar segera membenahi Polri.

Masyarakat berharap Polri sungguh-sungguh dapat menjadi pelindung, pengayom, pelayan, dan penegak hukum agar ketertiban dan keamanan masyarakat terwujud. Memang harapan masyarakat sangat berat dapat diwujudkan Badrodin Haiti mengingat masa baktinya tinggal satu tahun empat bulan.

Waktu sesingkat itu tentu tidak realistis bila kepada kapolri baru diminta dapat menuntaskan semua persoalan internal dan eksternal Polri. Karena itu, dari banyaknya harapan masyarakat, persoalan internal terutama reserse dan polantas, kiranya mendesak menjadi prioritas kapolri baru untuk dibenahi.

Persoalan Internal

Salah satu persoalan internal berkaitan dengan masalah SDM Polri yang dinilai banyak pihak masih perlu pembenahan, termasuk di dalam rekrutmen calon polisi dan pembinaan karier. Hal yang sama juga ditemui dalam rekrutmen calon polisi. Dua hal ini dengan sendirinya memberi kontribusi terhadap rendahnya kinerja Polri sebagai suatu institusi.

Polri selama ini juga masih dianggap sebagai lembaga yang tertutup, khususnya saat menentukan jabatan-jabatan strategis. Akibatnya, banyak kinerja petinggi Polri yang di tempatkan dalam posisi strategis tidak sesuai dengan harapan masyarakat. Hasil kerja yang standar dari petinggi Polri juga memberi kontribusi terhadap buruknya citra Polri di mata masyarakat yang berimbas pada semakin melorotnya wibawa Polri.

Selain itu, Polri kerap masih diragukan dalam penanganan kasus-kasus korupsi. Ada sinyalemen bila kasus-kasus korupsi yang ditangani Polri mengarah ke legislatif, kasus tersebut kerap tidak dilanjutkan. Ada kesan aparat Polri kurang punya nyali bila berhadapan dengan oknum-oknum di legislatif.

Pengawasan di internal Polri juga hingga saat ini masih terkesan tertutup. Internal Polri hanya diawasi melalui Irwasum sehingga keterlibatan masyarakat kalaupun ada masih sangat minimal. Tanpa melibatkan eksternal, pengawasan di tubuh Polri akan sulit berjalan optimal, sehingga untuk menciptakan aparat Polri yang bersih akan sulit diwujudkan.

Reserse dan Polantas

Kinerja reserse dan polantas termasuk yang banyak mendapat sorotan dari masyarakat. Dua unit kerja ini dinilai lemah dalam melayani masyarakat. Bahkan pada 2014, Kompolnas mendapat 1.038 pengaduan dari masyarakat. Dari jumlah tersebut, 95% berkaitan dengan persoalan reserse. Besarnya pengaduan terkait kinerja reserse di satu sisi memang mengecewakan.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
berita/ rendering in 0.1414 seconds (11.252#12.26)