Kartini Masa Kini di Tengah Pandemi

Rabu, 22 April 2020 - 08:08 WIB
loading...
Kartini Masa Kini di...
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian. Foto/KORAN SINDO
A A A
Hetifah Sjaifudian
Wakil Ketua Komisi X DPR RI
ADA yang berbeda dengan perayaan Hari Kartini tahun ini. Tidak ada anak-anak sekolah yang berlalu-lalang memakai beragam baju adat Nusantara. Tidak ada perlombaan-perlombaan menarik yang diadakan di sudut-sudut kota. Tidak ada karnaval meriah yang memeragakan berbagai jenis kebaya. Tahun ini, perayaan hari Kartini berlangsung bersama dengan terjadinya pandemi Covid-19 di negeri tercinta kita. Hal ini tidak memungkinkan dilakukan kegiatan-kegiatan perayaan yang biasa kita lakukan untuk mengingat perjuangan Kartini.

Saat kegiatan di luar rumah dibatasi, lebih banyak kegiatan berlangsung di dalam rumah-rumah, di balik pintu-pintu yang memisahkan satu keluarga dengan keluarga lainnya. Di balik pintu-pintu tersebut, terdapat jutaan wanita yang sedang berjuang, memastikan keberlangsungan kehidupan dari para anggota keluarga yang mereka cintai.

Masa-masa saat ini memberikan tantangan besar bagi para wanita tersebut menjalankan perannya. Dapat dibayangkan, dengan diliburkannya sekolah-sekolah, para ibu harus mendampingi anak-anaknya selama 24 jam, termasuk dalam melakukan kegiatan belajar mengajar secara daring. Selain melakukan pekerjaan yang mereka lakukan sehari-hari, para ibu harus memastikan kedisiplinan anak-anaknya, mengajarkan materi-materi pelajaran, serta membantu mengerjakan tugas-tugas sekolah. Tak sedikit dari mereka yang memiliki lebih dari satu anak usia sekolah dan mereka harus melaksanakan proses ini berulang-ulang setiap harinya.

Peran tambahan sebagai pendidik yang para wanita sekarang dapatkan juga harus mereka seimbangkan dengan tugas-tugas rumah tangga lainnya. Dengan kegiatan dilaksanakan di dalam rumah, beban rumah tangga menjadi lebih besar. Apalagi masyarakat masih menuntut wanita sebagai satu-satunya pihak yang bertanggung jawab untuk kegiatan-kegiatan seperti memasak, mencuci baju, dan membersihkan rumah. Padahal banyak wanita yang juga memiliki peran sebagai tulang punggung keluarga yang mencari nafkah atau memiliki peran publik yang penting juga di masyarakat.

Ibu memiliki peranan yang sangat penting dalam masa Covid-19. Untuk memastikan seluruh masyarakat dapat melewati masa-masa pandemi, maka setiap keluarga harus melakukan hal-hal yang tepat. Ibu memiliki peran krusial dalam memastikan bahwa seluruh anggota keluarganya menjalani gaya hidup yang sehat. Ibu yang biasanya memastikan bahwa keluarganya memiliki pola makan yang sehat, melakukan olahraga, meminum vitamin dan suplemen tambahan, serta beragam hal lainnya. Ibu jugalah yang paling berperan besar dalam memastikan seluruh keluarga memiliki kebiasaan mencuci tangan dan memakai masker, serta senantiasa menjaga jarak fisik.

Selain kesehatan fisik, ibu juga berperan besar dalam menjaga kesehatan mental para anggota keluarganya. Ibu-ibu perlu memastikan anak-anak tidak bosan di rumah dan tidak tertekan melaksanakan tugas-tugas sekolah. Ibu juga yang memberikan dukungan emosional kepada suami, terutama dalam masa ekonomi yang sulit. Ibu memikirkan segala cara agar anggota keluarga efektif dalam melakukan protokol Covid-19, dengan tetap merasa bahagia. Apalagi karena kesehatan mental sangatlah penting untuk daya tahan tubuh.

Tentunya, semua ini tidaklah mudah untuk dijalankan secara bersamaan. Untuk itu, negara harus hadir untuk para Kartini pada masa ini. Keluhan dan aspirasi para wanita harus didengarkan. Berbagai macam program pemerintah untuk mengatasi dampak Covid-19 harus memperhatikan kebutuhan para perempuan. Kebijakan-kebijakan juga harus berupaya dalam memberdayakan perempuan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bahaya Romantisasi Oligarki...
Bahaya Romantisasi Oligarki Putih
Ketika Bumi Berhenti...
Ketika Bumi Berhenti Bersabar
Rupiah, IHSG, dan Krisis...
Rupiah, IHSG, dan Krisis Kepercayaan
PP 20/2026: Menambah...
PP 20/2026: Menambah Penerimaan Negara atau Menambah Beban UMKM?
Ujian Kapasitas Negara,...
Ujian Kapasitas Negara, Bukan Sekadar Kasus Korupsi
Menata Demokrasi Produktif...
Menata Demokrasi Produktif untuk Kesejahteraan Lintas Generasi
Transformasi Standar...
Transformasi Standar Nasional dan Akreditasi Pendidikan Tinggi: Kebutuhan untuk Wujudkan Merdeka Belajar
Ini Strategi Public...
Ini Strategi Public Relations Jaga Reputasi Perusahaan
Tasawuf dan Ketiadaan
Tasawuf dan Ketiadaan
Rekomendasi
Penggunaan AI Melesat...
Penggunaan AI Melesat Sebabkan Harga Mobil Naik Signifikan
IFG Life Beri Proteksi...
IFG Life Beri Proteksi 10 Ribu Pelari di Ajang Yellow Run 2026
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
Berita Terkini
Islah Bahrawi Mengaku...
Islah Bahrawi Mengaku Dapat Intimidasi dari OTK, Rumah Diintai hingga Aktivitasnya Dibuntuti
Bahaya Romantisasi Oligarki...
Bahaya Romantisasi Oligarki Putih
Penunjukan Kepala BGN...
Penunjukan Kepala BGN Baru Dinilai Tepat untuk Membenahi MBG
KPK Lelang 106 Lot Barang...
KPK Lelang 106 Lot Barang Rampasan Korupsi dari 26 Perkara, Ada Handphone hingga Bidang Tanah
Geledah Rumah Silmy...
Geledah Rumah Silmy Karim, KPK Yakin Ada Bukti Tambahan
Gugatan Paulus Tannos...
Gugatan Paulus Tannos di Singapura Ditolak, KPK: Percepat Proses Ekstradisi ke Indonesia
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved