Warisan Kepemimpinan Model Singapura

loading...
Warisan Kepemimpinan Model Singapura
Warisan Kepemimpinan Model Singapura
A+ A-
TIRTA N MURSITAMA, PHD
Guru Besar Bisnis Internasional,
Departemen Hubungan Internasional Binus University

Wafatnya Lee Kuan Yew (LKY), Bapak Singapura, Senin dini hari lalu mendapat perhatian dunia. Paling tidak ada dua hal yang menyebabkannya.

Pertama, faktor pribadi LKY yang dinilai sangat luar biasa dalam mentransformasikan Singapura dari negara seukuran sebuah kota yang hampir tidak dikenal dunia pada tahun 1960- anhinggamasukmenjadi jajaran elite negara di percaturan internasional saat ini. Kedua, menyangkut masa depan Singapura setelah wafatnya LKY dan relevansinya bagi negara-negara lain yang sedang membangun, termasuk Indonesia.

Model Pembangunan

Dalam literatur tentang keberhasilan pembangunan di negara-negara Asia Timur dikenal istilah Keajaiban Asia Timur (East Asian Miracle). Singapura menjadi satu dari empat naga Asia yang sukses menggeliat selain Korea Selatan, Taiwan, dan Hong Kong. Di antara berbagai pendekatan yang ada, konsep negara pembangunan (developmental state) banyak disebut mampu menjelaskan keberhasilan empat naga Asia.

Konsep negara pembangunan ini pada intinya mengedepankan intervensi negara secara terstruktur dalam sendi-sendi ekonomi, mengatur regulasi perekonomian, menentukan target industri unggulan, termasuk mengeluarkan kebijakan fiskal dan moneter yang mendukung (favorable) bagi pelaku industri. Dampaknya, bisa ditebak, kinerja ekonomi yang luar biasa.

Namun, konsep ini juga menuai kritik. Kuatnya intervensi negara sering menyebabkan masyarakat lemah tak berdaya menghadapi rezim yang berkuasa. Buku Ekonomi Politik Asia Timur (Wan, 2008) menyebutkan Singapura menjadi satu-satunya negara Asia yang berpendapatan tinggi (high income economies) yang masuk kategori demokrasi otoritarian (authoritarian democracy).



Sementara empat negara lain, Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan menjadi negara demokrasi yang matang (consolidated democracy) serta Hong Kong yang di bawah pengaturan administrasi khusus. Fakta ini menunjukkan bagaimana hubungan antara keberhasilan pembangunan ekonomi dengan perubahan politik (rezim kekuasaan) di suatu negara. Hal terakhir ini yang selalu menjadi perdebatan sejauh mana keefektifan konsep negara pembangunan tersebut.

Warisan Kepemimpinan

Dalam khazanah bisnis terdapat cara pandang tentang kepemimpinan yang popular dengan sebutan Interactional Framework (Hughes, Ginnet, Curphy, 2005). Pemikiran ini merupakan pengembangan dari pendekatan kepemimpinan yang dikemukakan oleh Hollander (1978). Menurut pandangan ini, kepemimpinan merupakan hasil interaksi antara pemimpin (leader), pengikut (follower) dan situasi (situation).
halaman ke-1 dari 3
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top