Kasus MK, Bendum Golkar ditanya soal pemilukada
Selasa, 07 Januari 2014 - 16:55 WIB
Kasus MK, Bendum Golkar ditanya soal pemilukada
A
A
A
Sindonews.com - Bendahara Umum (Bendum) Partai Golkar Setya Novanto, selesai menjalani pemeriksaan sebagai saksi dalam kasus dugaan suap penanganan sengketa pemilihan umum kepala daerah (pemilukada) di Mahkamah Konstitusi (MK).
Setya mengaku, dikonfirmasi mengenai sistem penentuan calon kepala daerah di internal Partai Golkar. Pasalnya, sudah dijelaskan ke penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
"Ya bicara soal masalah mengenai pilkada secara keseluruhan," kata Setya di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (7/1/2013).
Setya Novanto menjalani pemeriksaan pukul 10.00 WIB dan selesai menjalani pemeriksaan bersama penyidik KPK, sekira pukul 14.20 WIB. Dia langsung keluar menuju mobil pribadinya yang sudah menunggu di depan KPK.
Ketua Fraksi Partai Golkar itu menyebut, diinternal Golkar, tidak ada biaya apapun kecuali biaya survei, sebelum memutuskan calon kepala daerah tersebut.
"Ya masalah sistem saja. Kan kita tidak membiayai itu, tapi hanya masalah terkait dengan survei saja, ya itu untuk pencalonan Golkar semua, kita hanya pembiayaan survei saja tidak ada lain-lain," pungkasnya.
Setya mengaku, dikonfirmasi mengenai sistem penentuan calon kepala daerah di internal Partai Golkar. Pasalnya, sudah dijelaskan ke penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
"Ya bicara soal masalah mengenai pilkada secara keseluruhan," kata Setya di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (7/1/2013).
Setya Novanto menjalani pemeriksaan pukul 10.00 WIB dan selesai menjalani pemeriksaan bersama penyidik KPK, sekira pukul 14.20 WIB. Dia langsung keluar menuju mobil pribadinya yang sudah menunggu di depan KPK.
Ketua Fraksi Partai Golkar itu menyebut, diinternal Golkar, tidak ada biaya apapun kecuali biaya survei, sebelum memutuskan calon kepala daerah tersebut.
"Ya masalah sistem saja. Kan kita tidak membiayai itu, tapi hanya masalah terkait dengan survei saja, ya itu untuk pencalonan Golkar semua, kita hanya pembiayaan survei saja tidak ada lain-lain," pungkasnya.
(maf)