Akil tertangkap KPK, parpol kena imbasnya
Minggu, 06 Oktober 2013 - 15:48 WIB
Akil tertangkap KPK, parpol kena imbasnya
A
A
A
Sindonews.com - Kasus dugaan suap yang menjerat Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar, terus menjadi perbincangan publik.
Bahkan, kasus Akil dinilai akan berdampak negatif pada citra politikus dan partai politik (parpol). Hal itu disebabkan, karena latar belakang Akil yang pernah menjadi anggota DPR dari Fraksi Partai Golongan Karya (F-Golkar).
"Kasus yang melilit Akil Mochtar merontokkan wibawa MK, apalagi yang bersangkutan berasal dari parpol. Tentu ini akan berimbas pada politisi," kata Sekretaris Fraksi Partai Hati Nurani Rakyat (F-Hanura), Saleh Husin saat dihubungi wartawan, Minggu (6/10/2013).
Anggota Komisi V DPR ini menegaskan, kasus dugaan suap yang menjerat Akil harus menjadi koreksi bersama, supaya hal serupa tidak lagi terjadi. Sebagai kader partai, kata Saleh, masukan apapun akan tetap dihormati selama tujuannya untuk perbaikan.
Dia yakin, integritas bukan karena latar belakang parpolnya. "Saya kira integritas seseorang bukan karena latar belakang organisasinya, tetapi lebih pada personal," tukasnya.
Seperti diketahui, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Akil lantaran diduga menerima suap terkait penanganan sengketa Pilkada Gunung Mas, Kalimantan Tengah dan Pilkada Lebak, Banten. Kini Akil berstatus tersangka dan mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) KPK.
Simak berita terkait peran Ratu Atut terkait kasus Pilkada Lebak, Banten yang menyeret mantan Ketua Hakim MK Akil Mochtar.
Bahkan, kasus Akil dinilai akan berdampak negatif pada citra politikus dan partai politik (parpol). Hal itu disebabkan, karena latar belakang Akil yang pernah menjadi anggota DPR dari Fraksi Partai Golongan Karya (F-Golkar).
"Kasus yang melilit Akil Mochtar merontokkan wibawa MK, apalagi yang bersangkutan berasal dari parpol. Tentu ini akan berimbas pada politisi," kata Sekretaris Fraksi Partai Hati Nurani Rakyat (F-Hanura), Saleh Husin saat dihubungi wartawan, Minggu (6/10/2013).
Anggota Komisi V DPR ini menegaskan, kasus dugaan suap yang menjerat Akil harus menjadi koreksi bersama, supaya hal serupa tidak lagi terjadi. Sebagai kader partai, kata Saleh, masukan apapun akan tetap dihormati selama tujuannya untuk perbaikan.
Dia yakin, integritas bukan karena latar belakang parpolnya. "Saya kira integritas seseorang bukan karena latar belakang organisasinya, tetapi lebih pada personal," tukasnya.
Seperti diketahui, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Akil lantaran diduga menerima suap terkait penanganan sengketa Pilkada Gunung Mas, Kalimantan Tengah dan Pilkada Lebak, Banten. Kini Akil berstatus tersangka dan mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) KPK.
Simak berita terkait peran Ratu Atut terkait kasus Pilkada Lebak, Banten yang menyeret mantan Ketua Hakim MK Akil Mochtar.
(maf)