Belanda minta maaf kepada RI adalah langkah maju
Jum'at, 13 September 2013 - 06:31 WIB
Belanda minta maaf kepada RI adalah langkah maju
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Belanda melalui Duta Besar (Dubes) untuk Indonesia, meminta maaf kepada para keluarga korban pembantaian tentara Belanda, di bawah pimpinan Raymond Pierre Paul Westerling dalam perang Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) (1945-1949).
Selain permintaan maaf, Belanda memberikan kompensasi kepada 10 orang keluarga atau ahli waris korban, sebesar 20.000 euro atau Rp297 juta per korban.
Pengamat budaya dan sejarah Universitas Indonesia (UI) Bambang Wibawarta menilai, hal ini merupakan langkah maju yang dilakukan antara Pemerintah Belanda dengan Pemerintah Republik Indonesia (RI).
"Mudah-mudahan ini menjadi awal untuk hal yang lebih besar lagi, yaitu pengakuan Belanda atas kemerdekaan Indonesia dan memberikan perhatian terhadap korban perang, jangan hanya pada satu daerah saja, seperti di Rawa Gede, di Sulawesi Selatan dan daerah lainnya masih banyak yang perlu diperhatikan," kata Bambang, saat dihubungi Sindonews, Jumat (13/9/2013).
Menurut Bambang, munculnya ucapan permintaan maaf Pemerintah Belanda ini, merupakan usaha dari semua elemen bangsa Indonesia. "Ini awal dari keberhasilan teman-teman yang terus memperjuangankan ini. Artinya, untuk kedepannya Belanda bisa mengakui kemerdekaan RI 17 Agustus 1945 dan meminta maaf kepada korban, karena jauh lebih banyak selain yang di Rawa Gede," ungkpanya.
"Selain itu proses ini harus terus kita kawal, pemerintah, pengamat, aktivis, praktisi, semua elemen jangan hanya berhenti sampai di sini. Permintaan maaf itu harus negara dengan negara konteksnya seperti itu," pungkasnya.
Ini yang pernyataan Pemerintah Indonesia yang merespons terkait permintaan maaf Pemerintah Belanda.
Selain permintaan maaf, Belanda memberikan kompensasi kepada 10 orang keluarga atau ahli waris korban, sebesar 20.000 euro atau Rp297 juta per korban.
Pengamat budaya dan sejarah Universitas Indonesia (UI) Bambang Wibawarta menilai, hal ini merupakan langkah maju yang dilakukan antara Pemerintah Belanda dengan Pemerintah Republik Indonesia (RI).
"Mudah-mudahan ini menjadi awal untuk hal yang lebih besar lagi, yaitu pengakuan Belanda atas kemerdekaan Indonesia dan memberikan perhatian terhadap korban perang, jangan hanya pada satu daerah saja, seperti di Rawa Gede, di Sulawesi Selatan dan daerah lainnya masih banyak yang perlu diperhatikan," kata Bambang, saat dihubungi Sindonews, Jumat (13/9/2013).
Menurut Bambang, munculnya ucapan permintaan maaf Pemerintah Belanda ini, merupakan usaha dari semua elemen bangsa Indonesia. "Ini awal dari keberhasilan teman-teman yang terus memperjuangankan ini. Artinya, untuk kedepannya Belanda bisa mengakui kemerdekaan RI 17 Agustus 1945 dan meminta maaf kepada korban, karena jauh lebih banyak selain yang di Rawa Gede," ungkpanya.
"Selain itu proses ini harus terus kita kawal, pemerintah, pengamat, aktivis, praktisi, semua elemen jangan hanya berhenti sampai di sini. Permintaan maaf itu harus negara dengan negara konteksnya seperti itu," pungkasnya.
Ini yang pernyataan Pemerintah Indonesia yang merespons terkait permintaan maaf Pemerintah Belanda.
(maf)