Memahami Pendekatan Luar Negeri Prabowo: Refleksi Lawatan ke LN

Jum'at, 18 Juli 2025 - 18:56 WIB
loading...
Memahami Pendekatan...
Kamil Ghiffary, Dosen Hubungan Internasional FISIP UPN Veteran Jakarta. Foto/Dok. SindoNews
A A A
Kamil Ghiffary
Dosen Hubungan Internasional
FISIP UPN Veteran Jakarta

PRESIDEN Prabowo Subianto telah kembali ke Tanah Air setelah menyelesaikan runtutan kegiatan kunjungan luar negerinya. Lawatan yang berlangsung selama 15 hari ini dipenuhi dengan kunjungan diplomatis, kehadiran simbolis, hingga pertemuan strategis bilateral maupun multilateral. Dari lawatan ini terdapat beberapa hal yang bisa kita cermati, khususnya dalam bagaimana kita dapat memahami pendekatan dan orientasi Indonesia pada urusan luar negerinya.

Sebagai titik tolak awal, kita bisa berbicara tentang tercapainya kesepakatan dengan Arab Saudi untuk mendirikan Kampung Haji secara permanen di dekat Masjidil Haram. Dengan lokasi yang hanya berjarak 400 meter dari pusat peribadatan umat muslim, kesepakatan ini kencang akan pesan tentang itikad baik Arab Saudi kepada Indonesia. Ibaratnya, Indonesia diakui sebagai subjek yang penting untuk difasilitasi kebutuhan dan kepentingan masyarakatnya.

Publik Indonesia pun seakan mendapat sedikit ruang untuk menghela napas; terkhusus atas kencangnya isu kuota Haji yang semakin dibatasi dan aturan yang semakin diperketat. Publik Indonesia sendiri patut untuk jadi subjek dari kesepakatan Indonesia-Arab Saudi karena kita adalah negara dengan penyumbang jemaah haji terbesar di dunia.

Eropa dan Interdependensi Global
Selepas dari Timur Tengah, perhatian Prabowo beralih ke Prancis dalam menghadiri Hari Besar Nasional Republik Perancis (Bastille Day), yang kemudian sekaligus bersua ke lembaga supranasional Uni Eropa untuk membahas lebih lanjut mengenai IEU-CEPA. Dalam pertemuan ini, Prabowo beserta Ursula von der Leyen sama-sama menyepakati mengenai dihapusnya tarif bea masuk untuk 1 hingga 2 tahun ke depan.

Kesepakatan ini merupakan hal yang sangat bersejarah bagi Indonesia. Apalagi jika mengingat bahwa ASEAN masih pada titik temu yang buram dengan Uni Eropa dalam narasi penghapusan tarif dagang antara dua organisasi intra regional tersebut.

Kunjungan Prabowo serta tercapainya kesepakatan ini dengan Uni Eropa dapat kita pahami sebagai upaya mawas diri Indonesia dalam memahami bahwa apa yang terjadi di Asia Tenggara khususnya di Indonesia pasti akan memiliki klausul dampak sebab akibat dengan aktor-aktor internasional yang ada di Eropa. Kunjungan itu dapat mencegah hal-hal yang dapat mengganggu kestabilan ekonomi Indonesia untuk terjadi kembali.

Kondisi interdependensi dunia yang kompleks mewajibkan kita untuk sensitif atas rantai sebab-akibat geopolitik global. Sebagai contoh, kita sudah sangat jenuh untuk kembali mengingat polemik domestik yang muncul dari produk Crude Palm Oil (CPO) yang disebabkan oleh kebijakan EU Renewable Energy Directive II pada proses supply chain produksi CPO itu sendiri. Hal ini menyebabkan gangguan pada ketersediaan minyak kelapa di Indonesia, sehingga mengganggu industri UMKM lokal dengan dampak yang sangat berat pada segi ekonomi masyarakat.

Sebagai pelengkap di atas lawatan-lawatan luar negeri ini, singgahan Presiden ke luar negeri diakhiri dengan fiksasi kesepakatan tarif dagang lebih lanjut dengan Amerika Serikat. Apabila disederhanakan, Prabowo dan Trump menyepakati mengenai dua hal berikut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penangkapan dr Tifa...
Penangkapan dr Tifa dan Ujian Negara Hukum di Tengah Polemik Ijazah Jokowi
PKB Minta PDIP Tegas...
PKB Minta PDIP Tegas soal Posisi terhadap Pemerintah: Jangan Abu-abu
Taiwan, Identitas, dan...
Taiwan, Identitas, dan Politik Pengakuan: Membaca Ulang Perdebatan Lintas Selat
Ekologi adalah Kesehatan:...
Ekologi adalah Kesehatan: Ketika Dua Visi Besar Emil Salim dan Farid Moeloek Menjadi Keharusan Zaman
Mengapa Pendonor Darah...
Mengapa Pendonor Darah Kita Tidak Kembali?
Dari SPBU ke Meja Makan:...
Dari SPBU ke Meja Makan: Rantai Dampak Kenaikan BBM terhadap Kesejahteraan
Prabowo Panggil John...
Prabowo Panggil John Herdman ke Hambalang, Bahas Roadmap Timnas Indonesia Menuju Piala Dunia 2030
Aliansi Masyarakat Jakarta...
Aliansi Masyarakat Jakarta Timur Minta Program MBG Dilanjutkan
Chatib Basri Sangkal...
Chatib Basri Sangkal Ditawari Prabowo Posisi Menkeu Gantikan Purbaya
Rekomendasi
Belanda Pesta Gol, Swedia...
Belanda Pesta Gol, Swedia Dibantai 5-1 di Houston
Jelang Kontra Inggris,...
Jelang Kontra Inggris, Harry Kane Masuk Daftar Sihir Dukun Ghana
Venue Pernikahan Seribu...
Venue Pernikahan Seribu Tamu Hadir Dekat Bandara Soekarno-Hatta
Berita Terkini
KSP: MBG Terus Berlanjut,...
KSP: MBG Terus Berlanjut, Tata Kelola dan Pengawasan Diperkuat
Perkuat Nasionalisme,...
Perkuat Nasionalisme, TNI Gelar Nobar Kebangsaan Piala Dunia 2026 di 1.500 Lokasi
Ungkap Kondisi Terkini...
Ungkap Kondisi Terkini Dokter Tifa, Kuasa Hukum: Masih Terpasang Infus
Kuasa Hukum Prioritaskan...
Kuasa Hukum Prioritaskan Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan saat Penyerahan ke Kejaksaan
Gelar Mimbar Mahasiswa,...
Gelar Mimbar Mahasiswa, BEM Persatuan Indonesia Sampaikan Lima Pernyataan Sikap
Gelar Pertemuan di Ponpes...
Gelar Pertemuan di Ponpes Al Falah Ploso Kediri, Ini Tiga Seruan Masyayikh NU
Infografis
Daftar Lengkap Pelatih...
Daftar Lengkap Pelatih Timnas Indonesia dari Masa ke Masa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved