RI beri respon positif terkait permintaan maaf Belanda
Kamis, 12 September 2013 - 23:15 WIB
RI beri respon positif terkait permintaan maaf Belanda
A
A
A
Sindonews.com - Perang antara Republik Indonesia (RI) dan Belanda sewaktu zaman kemerdekaan, masih terus membekas dalam ingatan. Akibat peristiwa ini, Pemerintah Belanda menyampaikan permintaan maaf resmi pada Indonesia atas kekejaman yang terjadi selama masa perang kemerdekaan tersebut.
Menanggapi permintaan maaf Pemerintah Belanda itu, Menter Luar Negeri (Menlu) Marty Natalegawa menyambut positif.
"Pemerintah Indonesia memberikan respon positif terkait permohonan maaf untuk berikan kompensasi kepada keluarga yang menjadi korban (perang)," kata Menteri Luar Negeri, Marty Natalegawa di Jakarta, Kamis (12/9/2013).
Sebelumnya, pernyataan permintaan maaf Pemerintah Belanda disampaikan oleh Duta Besar (Dubes) Belanda untuk Indonesia, Tjeerd de Zwaan. "Atas nama Pemerintah Belanda, saya minta maaf atas ekses-ekses tersebut," ujar de Zwaan, seperti dikutip dari AFP.
"Pemerintah Belanda berharap, permintaan maaf ini akan membantu menutup bab sulit bagi mereka yang hidupnya telah terkena dampak secara langsung oleh ekses kekerasan yang terjadi antara 1945 dan 1949," lanjutnya.
Pernyataan ini dilontarkan de Zwaan dalam sebuah upacara di Kedubes Belanda yang juga dihadiri oleh keluarga korban pembantaian yang dilakukan tentara Belanda selama perang di Indonesia. Turut hadir pula Marty Natalegawa.
Untuk mengetahui berita soal permintaan maaf Belanda tersebut, silakan klik link ini.
Menanggapi permintaan maaf Pemerintah Belanda itu, Menter Luar Negeri (Menlu) Marty Natalegawa menyambut positif.
"Pemerintah Indonesia memberikan respon positif terkait permohonan maaf untuk berikan kompensasi kepada keluarga yang menjadi korban (perang)," kata Menteri Luar Negeri, Marty Natalegawa di Jakarta, Kamis (12/9/2013).
Sebelumnya, pernyataan permintaan maaf Pemerintah Belanda disampaikan oleh Duta Besar (Dubes) Belanda untuk Indonesia, Tjeerd de Zwaan. "Atas nama Pemerintah Belanda, saya minta maaf atas ekses-ekses tersebut," ujar de Zwaan, seperti dikutip dari AFP.
"Pemerintah Belanda berharap, permintaan maaf ini akan membantu menutup bab sulit bagi mereka yang hidupnya telah terkena dampak secara langsung oleh ekses kekerasan yang terjadi antara 1945 dan 1949," lanjutnya.
Pernyataan ini dilontarkan de Zwaan dalam sebuah upacara di Kedubes Belanda yang juga dihadiri oleh keluarga korban pembantaian yang dilakukan tentara Belanda selama perang di Indonesia. Turut hadir pula Marty Natalegawa.
Untuk mengetahui berita soal permintaan maaf Belanda tersebut, silakan klik link ini.
(maf)