Dipo Alam dinilai sebagai perusak citra Kabinet

Minggu, 14 April 2013 - 22:47 WIB
Dipo Alam dinilai sebagai...
Dipo Alam dinilai sebagai perusak citra Kabinet
A A A
Sindonews.com - Perilaku Sekretaris Kabinet (Seskab) Dipo Alam diperkirakan akan memperparah kerusakan citra Kabinet Indonesia Bersatum (KIB) jilid II. Karena, telah menyarankan Wakil Presiden (Wapres) Boediono untuk mengabaikan rencana pemanggilan oleh Tim Pengawas (Timwas) Bank Century DPR tidak hanya merusak tatanan, melainkan juga menebarkan wabah premanisme di tubuh birokrasi negara.

Hal itu disampaikan oleh anggota Tim Pegawas (Timwas) Century di DPR Bambang Soesatyo. Kata dia, wewenang DPR memanggil siapa pun, termasuk pejabat negara, diatur dan ditetapkan oleh undang-undang.

"Mengabaikan panggilan DPR berarti melanggar UU. Kalau seorang pejabat negara menyarankan pejabat tinggi negara lainnya menolak panggilan DPR, itu sudah masuk kategori perilaku preman. Karena merusak citra kabinet, Presiden SBY selayaknya memberi teguran sangat keras kepada Dipo," kata politikus Partai Golkar dalam siaran persnya yang diterima Sindonews, Minggu (14/4/2013).

Dia menambahkan, karena cara berpikir Dipo yang tidak lazim, sulit dipahami bagaimana dia memosisikan skandal Bank Century dan peran Boediono pada saat skandal itu terjadi.

"Rencana pemanggilan Boediono oleh Timwas pun bukannya tanpa alasan kuat. Ada surat kuasa kepada tiga pejabat BI yang ditandatangani Boediono terkait FPJP. Inilah relevansi rencana Timwas DPR memanggil Boediono," terangnya.

"Menurut saya, kalau Dipo tidak mengerti masalah, lebih baik dia diam. Jangan asal bunyi (Asbun). Kalau mau membuat sensasi, tetaplah bertindak cerdas dan santun sesuai kapasitas jabatan di kabinet," tambahnya.

Sebagai pejabat negara, kata anggota Komisi III DPR itu, sebaiknya Dipo melayani presiden, jangan berperilaku preman karena tindak tanduk tersebut sangat memengaruhi citra kabinet.
(mhd)
Berita Terkait
Eks Deputi Gubernur...
Eks Deputi Gubernur BI Budi Mulya Ajukan Peninjauan Kembali ke MA
Batalkan Putusan PK...
Batalkan Putusan PK Pertama, MA Bebaskan Terpidana Bank Century
International Budget...
International Budget Partnership: Perpu Covid-19 Untuk Kepentingan Elit Ekonomi dan Politik
Mau Punya Mobil Seperti...
Mau Punya Mobil Seperti CEO Toyota? Siap-Siap, Century GRMN SUV Segera Meluncur!
Fahri Sindir Proyek...
Fahri Sindir Proyek Kereta Cepat: Presiden Nyaris Disalahkan karena Talangi Bank Rugi
3 Film yang Memiliki...
3 Film yang Memiliki Alur Cerita Mirip 20th Century Girl, Kisah Cinta Pertama Berakhir Nyesek
Berita Terkini
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Infografis
3 Kapal Perusak Tipe...
3 Kapal Perusak Tipe 055 China Berlatih di Berbagai Wilayah Laut
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved