Perkuat Pos Lintas Batas Negara, Pemerintah Siapkan Anggaran Rp24,3 T

Rabu, 11 Maret 2020 - 14:22 WIB
Perkuat Pos Lintas Batas...
Perkuat Pos Lintas Batas Negara, Pemerintah Siapkan Anggaran Rp24,3 T
A A A
JAKARTA - Dalam rangka meningkatkan pengelolaan dan pengawasan wilayah perbatasan pemerintah telah menyiapkan anggaran khusus pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk membenahi Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di sejumlah wilayah perbatasan Indonesia. (Baca juga: Mahfud MD: Tidak Boleh Sejengkal Tanah Lepas dari NKRI)

“Saya informasikan, sekarang itu negara mempunyai anggaran untuk itu di APBN itu besar sekali, Rp24,3 triliun anggaran untuk empat hal ini. Kalau ini dikoordinasikan dengan baik, diintegrasikan pelaksanaan dan implementasinya, kan itu hebat sekali,” ungkap Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD pada Rapat Koordinasi Nasional Pengamanan Perbatasan Negara Badan Nasional Pengelola Perbatasan di Hotel Pullman, Jakarta (11/3/2020).

Dalam hal ini, Mahfud mendorong adanya koordinasi antara Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) dan kementerian/lembaga terkait lain. “Sinergi antara pusat dan daerah ini penting dalam membenahi PLBN,” tegas Mahfud. (Baca juga: Tito Tegaskan Masalah Perbatasan Indonesia Belum Selesai)

Untuk penguatan PLBN, ada empat langkah yang ditempuh pemerintah. Pertama menetapkan kebijakan program pembangunan perbatasan dan menetapkan kebijakan program pembangunan perbatasan. Kedua menetapkan rencana kebutuhan anggaran. Ketiga, mengoordinasikan pelaksanaan dan keempat, melaksanakan evaluasi dan pengawasan.

Selain itu, Mahfud mengingatkan untuk pembenahan PLBN harus dikerjakan oleh beberapa sektor kementerian ataupun lembaga. “Pembangunan PLBN itu harus dikeroyok, pelabuhan di sini, sentra perdagangannya di sini. Pendidikan bikin sekolah sekolah di sana, perindustriannya di sana, bangun. Sehingga terlihat itu tumbuh, bukan sendiri sendiri,” katanya.

Mahfud meminta baik pusat maupun daerah bersinergi untuk bisa memaksimalkan anggaran dana yang sudah diberikan. Dia berharap anggaran itu dapat digunakan secara efektif agar tidak terjadi seperti di Papua dimana anggaran yang diberikan besar tapi implementasi tidak efektif karena kurang adanya sinergi baik pusat maupun daerah.

“Saudara bisa bayangkan anggaran negara untuk Papua, per kepala orang Papua itu 12 kali lebih besar daripada per kepala orang Jawa, dana yang disediakan oleh negara. Tapi seakan akan ndak terasa karena masing-masing sektor banyak program sendiri-sendiri,” kata Mahfud.
(cip)
Berita Terkait
Jaga Keutuhan Teritori,...
Jaga Keutuhan Teritori, Pemerintah Percepat Pembangunan Wilayah Perbatasan
Kepala BSKDN Beberkan...
Kepala BSKDN Beberkan 4 Fungsi Penting Command Center
BSKDN Tekankan Kualitas...
BSKDN Tekankan Kualitas Kepemimpinan Kepala Daerah Menentukan Kesejahteraan Masyarakat
Kemendagri Libatkan...
Kemendagri Libatkan Pakar Analisis Variabel dan Indikator Penilaian Kota Bersih
Dirjen Kemendagri Bertemu...
Dirjen Kemendagri Bertemu CIRDAP, Apa yang Dibahas?
Litbang Kemendagri Berubah...
Litbang Kemendagri Berubah Jadi BSKDN, Eko: Kita Harus Berkolaborasi
Berita Terkini
Refly Harun Pertanyakan...
Refly Harun Pertanyakan Nasib Kasus Roy Suryo Cs: Sudah 30 Kali Wajib Lapor, Kasus Belum Jelas
Terungkap! Andri Mulyono...
Terungkap! Andri Mulyono Kongkalikong dengan PPK untuk Dapat Proyek Pengadaan Motor Listrik BGN
Kejagung Tetapkan Penyedia...
Kejagung Tetapkan Penyedia Motor Listrik MBG Andri Mulyono Jadi Tersangka
Stafsus Menag: Kunjungan...
Stafsus Menag: Kunjungan Presiden Jerman ke Istiqlal Perkuat Diplomasi Agama RI-Jerman
KPK Rincikan Penyitaan...
KPK Rincikan Penyitaan Uang dari Geledah Rumah Silmy Karim
GP Ansor Rombak Kepengurusan,...
GP Ansor Rombak Kepengurusan, Sejumlah Tokoh Muda NU Masuk Struktur
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved