Ngabalin Minta Corona Tidak Dijadikan Lelucon

Senin, 09 Maret 2020 - 09:10 WIB
Ngabalin Minta Corona...
Ngabalin Minta Corona Tidak Dijadikan Lelucon
A A A
JAKARTA - Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Ali Mochtar Ngabalin meminta semua pihak untuk menahan diri agar tidak menjadikan persoalan mengenai virus Corona (Covid-19) lelucon. Sebab, isu mengenai Corona dianggap serius dan tidak pantas dijadikan lelucon.

Ngabalin menyebut, pihaknya juga telah meminta Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) untuk memberikan imbauan kepada masyarakat terkait hal tersebut. (Baca juga: Kasus Corona Bertambah, Istana Dinilai Perlu Perbaiki Strategi Komunikasi)

"Iya, saya punya beberapa di sini. Kemarin sudah diberi tahu, saya sudah bicara dengan Kominfo, tidak ada cara lain selain imbauan agar jangan main-main dengan urusan virus jadi bahan lucu-lucuan. Tidak boleh, karena ini kan bahaya," ujar Ngabalin saat dikonfirmasi, Senin (9/3/2020).

Ngabalin berpandangan mengatasi konten lelucon mengenai virus corona masih cukup dengan sosialisasi. "Saya kira bentuknya imbauan saja. Kemudian Menkominfo harus berulang-ulang menyampaikan. Paling tidak, tidak boleh main-main dengan ini," jelasnya. (Baca juga: Penderita Virus Corona Meningkat, Pemerintah Diminta Libatkan RS Swasta)

Tak hanya itu, Ngabalin menyebut penyebaran informasi di media sosial sangat banyak dan tidak bisa dibendung. Maka dari itu diharapkan masyarakat dapat secara bijak menggunakan media sosial. "Ya kita mau bilang apa, sosial media cukup luar biasa, menyebar di YouTube dan lain sebagainya. Tapi tentu tidak ada harapan lain, namun kita tentu mengharapkan siapapun orangnya harus kerja bareng, pemerintah sendiri tidak mungkin, harus generasi milineal dan sosmed, opinion leader dan sebagainya. Cara menangani bisa kita sosialisasi kan dengan baik," tuturnya.
(cip)
Berita Terkait
Ahmad Yurianto Sebut...
Ahmad Yurianto Sebut 193.571 Orang Berstatus ODP dan 17.754 PDP Corona
Pemerintah Dinilai Tak...
Pemerintah Dinilai Tak Berdaya Hadapi Mafia Pasar
Demokrat Ingatkan Pemerintah...
Demokrat Ingatkan Pemerintah Segera Buat Road Map Penanganan Corona
Bara JP Nilai Butuh...
Bara JP Nilai Butuh Soliditas Pemerintah Hadapi Krisis Imbas Pandemi COVID-19
KBRI Colombo Fasilitasi...
KBRI Colombo Fasilitasi Pemulangan 347 WNI di Sri Lanka dan Maladewa
Ketegasan Pemerintah...
Ketegasan Pemerintah dan Kedisiplinan Masyarakat Kunci Memutus Corona
Berita Terkini
2 Wamen Kabinet Prabowo...
2 Wamen Kabinet Prabowo Terjerat Korupsi, Nomor 1 Divonis 4,5 Tahun Penjara
Perang Iran 20266: Ketika...
Perang Iran 20266: Ketika Diplomasi Berbicara dengan Bahasa Rudal
Prabowo akan Menerima...
Prabowo akan Menerima Surat Kepercayaan dari 17 Dubes pada 8 Juni 2026
Said Iqbal soal Sinyal...
Said Iqbal soal Sinyal Masuk Kabinet Prabowo: Kita Tunggu Pengumuman Resmi
3 Pati dan Pamen Dimutasi...
3 Pati dan Pamen Dimutasi Kapolri ke Kortastipidkor, Ada Irjen hingga Kombes Pol
7 Terdakwa Kasus Suap...
7 Terdakwa Kasus Suap Sertifikasi K3 Kemnaker Dihukum 4 hingga 6,5 Tahun Penjara
Infografis
10 Negara yang Paling...
10 Negara yang Paling Tidak Dikenal, dari Nauru hingga Tuvalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved