Kasus Corona Bertambah, Istana Dinilai Perlu Perbaiki Strategi Komunikasi

Senin, 09 Maret 2020 - 07:42 WIB
Kasus Corona Bertambah,...
Kasus Corona Bertambah, Istana Dinilai Perlu Perbaiki Strategi Komunikasi
A A A
JAKARTA - Direktur Eksekutif Indonesia Public Institut (IPI) Karyono Wibowo mengatakan, apa yang dilakukan pemerintah dalam mencegah wabah virus Corona sudah menunjukkan keseriusan, meski akhirnya jebol juga pertahanannya dengan adanya 6 warga yang dinyatakan positif terinfeksi Corona.

Dia menganggap wajar jika kejadian ini membuat masyarakat menjadi panik hingga akhirnya menyerbu tempat-tempat perbelanjaan untuk memburu masker.

"Celakanya, pasar tidak hanya kewalahan menghadapi permintaan masker, masyarakat juga memborong barang-barang kebutuhan lainnya yang justru memicu gejala rush dan mendorong inflasi," ujar Karyono saat dihubungi SINDOnews, Senin (9/3/2020). (Baca juga: Peter F Gontha Sebut Indonesia dalam Keadaan Serius terkait Corona, Jubir: Ketakutan yang Berlebihan)

Di sisi lain, ada pihak-pihak yang sengaja mengambil keuntungan secara ekonomi dengan menimbun masker dan ada juga pihak-pihak yang memanfaatkan untuk tujuan politik. Situasi ini diperparah dengan kemunculan berita bohong (hoaks) yang kian meresahkan.

Selain upaya pencegahan dan penanganan secara medis, pemerintah harus bergerak cepat melakukan berbagai langkah untuk mencegah kepanikan masyarakat dengan menindak tegas penimbun masker, penyebar hoaks dan pihak-pihak lain yang merugikan masyarakat.

Pemerintah juga harus membangun sistem informasi yang terintegrasi dan sosialisasi secara masif terkait wabah virus Corona untuk mengedukasi masyarakat.

Menurut Karyono, langkah ini harus dilakukan karena sistem komunikasi pemerintah masih belepotan. Padahal, dalam situasi dan kondisi masyarakat dalam suasana ketakutan dan ketidakpastian, maka yang harus dilakukan adalah mencegah kepanikan dengan membangun optimisme yang dibarengi langkah-langkah sigap, cermat, terencana, dan terukur.

Dalam hal ini, strategi komunikasi Istana perlu diperbaiki agar lebih sistematis dan terintegrasi. Tidak semua informasi harus disampaikan Presiden secara langsung ke publik. Presiden hanya menyampaikan masalah strategis.

"Informasi-informasi terkait Corona serahkan pada Kementerian Kesehatan atau tim komunikasi yang ditunjuk," katanya. (Baca juga: Potensi Tertular Tinggi, DPR Minta Penuhi APD Tenaga Kesehatan Corona)
(jon)
Berita Terkait
Ahmad Yurianto Sebut...
Ahmad Yurianto Sebut 193.571 Orang Berstatus ODP dan 17.754 PDP Corona
Wapres: Kebijakan Pemerintah...
Wapres: Kebijakan Pemerintah Terkait Corona Demi Keselamatan Rakyat
Kutip WHO, Yuri: Virus...
Kutip WHO, Yuri: Virus Covid-19 Tidak Akan Hilang dengan Mudah dan Cepat
Paket Kepemimpinan Kemenkes...
Paket Kepemimpinan Kemenkes Harus Bisa Rangkul Jajaran dan Fokus ke Corona
Jokowi Harus Respons...
Jokowi Harus Respons Soal Perombakan Kabinet di Tengah Pandemi Corona
Jokowi Minta Petani...
Jokowi Minta Petani Tetap Berproduksi dengan Perhatikan Protokol Kesehatan
Berita Terkini
Eks Jubir KPK Febri...
Eks Jubir KPK Febri Diansyah Resmi Jadi Kuasa Hukum Febrie Adriansyah
Eks Jampidsus Febrie...
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK: Gak Pakai Rompi Ye!
Breaking News! Febrie...
Breaking News! Febrie Adriansyah Ditahan Kejagung
Eks Jampidsus Febrie...
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Belum Selesai Diperiksa, 2 Mobil Tahanan Siaga di Kejagung
Pemeriksaan Febrie Adriansyah...
Pemeriksaan Febrie Adriansyah di Kejagung, Eks Penyidik KPK: Penahanan Penting agar Penyidikan Tak Diintervensi
Kritisi Rapat Pleno...
Kritisi Rapat Pleno IX AMPI, Wasekjen Leriadi: Produknya Cacat Hukum
Infografis
Pecah Rekor, Kasus Covid-19...
Pecah Rekor, Kasus Covid-19 Indonesia Bertambah 40.427 Sehari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved