Haikal Hassan: Jangan Lagi Panggil Cebong dan Kadrun

Rabu, 19 Februari 2020 - 11:57 WIB
Haikal Hassan: Jangan...
Haikal Hassan: Jangan Lagi Panggil Cebong dan Kadrun
A A A
JAKARTA - Penceramah Haikal Hassan Baras mengajak pengguna media sosial untuk tidak lagi memanggil seseorang dengan sebutan cebong, kadrun dan sebutan buruk lainnya.

Dia mengatakan, larangan memanggil dengan sebutan buruk dilarang oleh Nabi Muhammad SAW. Hal itu diungkapkan pria yang biasa disapa Ustaz Haikal ini melalui akun Twitternya, @haikal_hassan, Rabu (19/2/2020).

"Jangan lagi memanggil dengan sebutan cebong, kadrun dan sebagainya. Nabi Muhammad melarang memanggil saudaramu dengan sebutan buruk," cuitnya.

Haikal juga memosting foto berisi tulisan larangan menghina dengan nama binatang.

Sa'id bin Al Musayyab rahimahullah berkata: Jangan engkau berkata kepada temanmu 'wahai keledai','wahai anjing', 'wahai babi'.Ssehingga kelak di hari kiamat engkau akan ditanya: 'apakah engkau melihat aku diciptakan sebagai anjing atau keledai atau babi?

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dalam Al Mushannaf 5/282

"Anda yang masih waras pasti menghentikan memanggil cebong/ kadrun setelah membaca hadist ini...." tulis Ustaz Haikal.

Cuitan Haikal Hassan ditanggapi beragam oleh netizen. Salah satunya pemilik akun @CalmEnrique yang menyatakan akan berhenti menggunakan istilah itu. "Siap berhenti. Full stop," cuitnya.

"Makasih banyak beh @haikal_hassan udah mengingatkan kembali ..." cuit pemilik akun @galih_buzz82.

Sekadar informasi, sebutan cebong dan kadrun mudah bertebaran di media sosial. Istilah itu digunakan netizen untuk menyebut kelompok yang berbeda pilihan politik. Sejak Pilpres 2014, istilah cebong dialamatkan kepada pendukung Joko Widodo (Jokowi).

Sedangkan Kadrun yang merupakan singkatan kadal gurun adalah istilah yang ditujukan kepada bukan pendukung Jokowi. Sebutan Kadrun kerap dialamatkan ke pendukung Prabowo Subianto dan Anies Baswedan. Sebelum muncul sebutan kadrun, ramai digunakan istilah kampret untuk pendukung Prabowo pada Pilpres 2019.

Istilah itu sempat membuat gerah Jokowi dan Prabowo. Usai bertemu di MRT Lebak Bulus pada Juli 2019 lalu, keduanya mengajak untuk menyudahi keterbelahan di masyarakat.

"Tidak ada lagi namanya cebong, tidak ada lagi kampret, yang ada Garuda Pancasila. Mari kita rajut, kita gerakkan kembali persatuan sebagai bangsa. Karena kompetisi global sangat ketat, sehingga perlu kebersamaan membangun bangsa," tutur Jokowi. (Baca juga: Jokowi-Prabowo Sepakat Tak Ada Lagi Istilah Cebong-Kampret )




Jangan lagi memanggil dgn sebutan cebong, kadrun dsb. Nabi Muhammad melarang memanggil saudaramu dg sebutan buruk.

Anda yg masih waras pasti menghentikan memanggil cebong/ kadrun setelah membaca hadist ini.... pic.twitter.com/qR3GeILPNn

— Haikal Hassan Baras (@haikal_hassan) February 19, 2020


(dam)
Berita Terkait
Gerindra Masih Berusaha...
Gerindra Masih Berusaha Rayu PAN, Ingatkan Pilpres 2014 dan 2019
Hasto Optimistis Sejarah...
Hasto Optimistis Sejarah Tradisi Kemenangan 2014 dan 2019 Kembali Terukir di Pilpres 2024
Sejarah Pemilu di Indonesia...
Sejarah Pemilu di Indonesia dari Masa ke Masa, Info Penting untuk Tugas Sekolah
Kilas Balik Nomor Urut...
Kilas Balik Nomor Urut Capres-Cawapres, dari Pilpres 2004 hingga Pilpres 2019
Pilpres 2024, Golkar...
Pilpres 2024, Golkar Mulai Kaji Pasangan Airlangga Hartarto
Demokrat Gabung KIM,...
Demokrat Gabung KIM, Politikus PDIP: Mengingatkan Pilpres 2014
Berita Terkini
Wamen Imipas Silmy Karim...
Wamen Imipas Silmy Karim Tersangka Kasus Pemerasan Ratusan Miliar
Silmy Karim dan 7 Orang...
Silmy Karim dan 7 Orang Ditetapkan Tersangka Kasus Pengurusan Dokumen Keimigrasian
Silmy Karim Ditahan...
Silmy Karim Ditahan KPK, Jabatan Wamen Imipas Segera Dicopot?
Silmy Karim dan Dadan...
Silmy Karim dan Dadan Hindayana Terjerat Korupsi, Istana Hormati Proses Hukum
Balada Silmy Karim,...
Balada Silmy Karim, dari Pindad, Krakatau Steel, Dirjen Imigrasi, Wamen Imipas, dan Pakai Rompi KPK
Ketika Bumi Berhenti...
Ketika Bumi Berhenti Bersabar
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved