Syamsuddin Haris, Peneliti Senior yang Dipercaya Jadi Pengawas KPK

Jum'at, 20 Desember 2019 - 20:14 WIB
Syamsuddin Haris, Peneliti...
Syamsuddin Haris, Peneliti Senior yang Dipercaya Jadi Pengawas KPK
A A A
JAKARTA - Peneliti senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Syamsudin Haris satu dari lima orang yang dipilih Presiden Jokowi menjadi Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Haris dilantik bersamaan dengan pelantikan lima pimpinan KPK periode 2019-2023 di Istana Negara, Jakarta, Jumat (20/12/2019).(Baca juga: Dewan Pengawas KPK Pilihan Jokowi )

Di kalangan akademisi dan peneliti politik, Haris banyak dikenal sebagai peneliti di LIPI. Berbagai riset atau penelitian politik dilakukan pria kelahiran Nusa Tenggara Barat (NTB) 9 Oktober 1957 ini.
Syamsuddin Haris, Peneliti Senior yang Dipercaya Jadi Pengawas KPK

Dari penelusuran SINDOnews di lipi.go.id, Haris tercatat memulai pendidikan dasar dan menengah pertama di Bima NTB. Kemudian melanjutkan jenjang sekolah menengah atas di SMA XVII Jakarta. Setelahnya, Haris menempuh SI di Universitas Nasional Jakarta, yang akhirnya sukses menyelesaikan S2 dan S3 di Universitas Indonesia.

Di LIPI, Haris sempat melakukan kajian dan riset terhadap kemungkinan kenaikan bantuan dana partai politik. Meski dia menilai, kenaikan dana parpol sebuah keniscayaan, namun dia menegaskan soal persyaratan ketat.

Masih soal dana parpol, Haris juga menyampaikan bahwa kajian penambahan dana parpol dilakukan bersama lembaga KPK. Jika saat ini, bantuan itu dana parpol sebesar Rp1.000 per suara maka ke depan potensi kenaikan bisa dilakukan.

"UU parpol mengatakan kedaulatan parpol ada pada anggota, itu mesti dikembalikan. Bagaimana mengembalikannya? Salah satu caranya dengan meningkatkan subsidi negara," kata Syamsuddin dalam acara diskusi Dialog Kanal KPK bertajuk 'Penguatan Partai Politik' di Gedung KPK, Jakarta, Kamis 4 Agustus 2017 lalu.
(dam)
Berita Terkait
Menyelisik Langkah Membingungkan...
Menyelisik Langkah Membingungkan Dewan Pengawas KPK
ICW Nilai Dewan Pengawas...
ICW Nilai Dewan Pengawas KPK Tidak Efektif, Ini Alasannya
Dewas KPK Beri 571 Izin...
Dewas KPK Beri 571 Izin Penyadapan, Penggeledahan hingga Penyitaan
Dewas KPK Diminta Transparan...
Dewas KPK Diminta Transparan Soal Laporan Dugaan Pelanggaran Etik
Selama Semester 1, Dewas...
Selama Semester 1, Dewas KPK Terima 234 Permohonan Izin
Dewan Pengawas Diminta...
Dewan Pengawas Diminta Objektif Sidangkan Ketua KPK Firli Bahuri
Berita Terkini
Pelanggaran Berat Kode...
Pelanggaran Berat Kode Etik, Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Dipecat
Oditur Militer Sampaikan...
Oditur Militer Sampaikan 12 Poin Replik Terkait Kasus Penyiraman Aktivis Andrie Yunus
Istana Terima Tuntutan...
Istana Terima Tuntutan BEM SI Jateng Soal Kuatkan Rupiah, tapi...
TAUD Khawatir Barang...
TAUD Khawatir Barang Bukti Kasus Andrie Yunus Dimusnahkan PN Militer
Chatib Basri di Ajang...
Chatib Basri di Ajang Perang Ideologi Ekonomi
TAUD Ajukan Penghentian...
TAUD Ajukan Penghentian Sidang Kasus Andrie Yunus ke Pengadilan Militer Jakarta
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved