Maju Munas Golkar, Pengamat: Airlangga Sebaiknya Tak Rangkap Jabatan

Rabu, 27 November 2019 - 19:00 WIB
Maju Munas Golkar, Pengamat:...
Maju Munas Golkar, Pengamat: Airlangga Sebaiknya Tak Rangkap Jabatan
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto kembali maju sebagai Calon Ketua Umum Partai Golkar dalam Musyawarah Nasional (Munas) pada Desember 2019 nanti.

Terkait hal itu, pengamat ekonomi Institute For Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati menilai, sebaiknya seorang pejabat publik tidak rangkap jabatan, termasuk menjadi ketua umum Partai. "Sebenarnya pejabat publik sebaiknya tidak rangkap jabatan," kata Enny, Rabu (27/11/2019).

Apabila hal itu tetap dilakukan maka kinerjanya sebagai menteri tidak akan optimal. Apalagi Airlangga mengemban tugas dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai Menko Perekonomian untuk memperbaiki ekonomi Indonesia. "Karena kalau seorang menteri kerjanya engga fokus pasti kerjanya engga optimal ya gimana mau memperbaiki ekonomi," kata dia.

Menurut dia, apabila Airlangga ingin perekonomian Indonesia menjadi lebih baik seperti target Presiden Jokowi, maka sebaiknya dia tidak rangkap jabatan. Terlebih situasi ekonomi global saat ini sangat tidak ideal. Dimana ada bayang-bayang resesi menggelayuti laju perekonomian dunia. "Jadi intinya baiknya tidak rangkap jabatan karena kalau rangkap jabatan kerjanya tidak optimal," kata dia.

Seperti diketahui, target pertumbuhan ekonomi pemerintahan Jokowi di periode I tidak pernah tercapai. Dengan demikian perlu kerja keras para menteri untuk memperbaiki pertumbuhan ekonomi Indonesia. Apalagi di tengah situasi ekonomi global yang tidak menentu.

Bahkan sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengaku pasrah dengan situasi ekonomi global saat ini. Pasalnya, situasi ini tidak begitu menguntungkan bagi perekonomian nasional, imbasnya pertumbuhan ekonomi Indonesia diramal bakal lebih rendah dari yang diharapkan. "Ekonomi mengalami pelemahan di berbagai belahan dunia," kata Sri Mulyani beberapa waktu lalu.

Sri Mulyani menyebut, pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa saja minus 0,01% dari yang diharapkan pemerintah. "Sementara, Indonesia stabil, hanya sekitar 0,1%," katanya.

Sebelumnya, Sri Mulyani pernah menyebut pertumbuhan ekonomi sepanjang 2019 akan berada level 5,08%. Angka tersebut jauh di bawah target APBN sebesar 5,3% yang dikoreksi kembali pada Juli lalu.
(cip)
Berita Terkait
Munas XI Partai Golkar...
Munas XI Partai Golkar Digugat karena Diduga Melanggar Anggaran Dasar
Munas Golkar Digugat,...
Munas Golkar Digugat, Adies Kadir: Kami Hadapi Sesuai Aturan AD/ART
Munas XI Golkar Tetapkan...
Munas XI Golkar Tetapkan Bahlil Formatur Tunggal
Airlangga Minta Pengurus...
Airlangga Minta Pengurus dan Senior Golkar Terus Jaga Kekompakan
Ketua DPD Golkar se-Indonesia...
Ketua DPD Golkar se-Indonesia Ngumpul di Bali, Airlangga Didukung Jadi Ketum Lagi
Jokowi Kenakan Kemeja...
Jokowi Kenakan Kemeja Kuning Hadiri Munas XI Golkar, Sinyal Jadi Ketua Dewan Pembina?
Berita Terkini
Prabowo Resmi Lantik...
Prabowo Resmi Lantik Nanik S Deyang Jadi Kepala BGN, Agustina dan Trenggono Wakil
Alasan Said Iqbal Bersedia...
Alasan Said Iqbal Bersedia Dilantik Prabowo Jadi Penasihat Khusus Presiden
Mengapa Menaikkan HET...
Mengapa Menaikkan HET Minyakita Bukan Solusi
Sebut Banyak Tenaga...
Sebut Banyak Tenaga Honorer Tak Kompeten, Mendagri Singgung Titipan Pejabat Lama
Jabat Wakil Kepala BGN,...
Jabat Wakil Kepala BGN, Mayjen Trenggono Ajukan Pensiun Dini dari TNI
Pelanggaran Berat Kode...
Pelanggaran Berat Kode Etik, Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Dipecat
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved